Atasi Macet Tanah Abang, Dishub Kerahkan 40 Petugas

Rabu, 25 Juni 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 4936

40 Petugas Dishub Urai Kemacetan di Tanah Abang

(Foto: doc)

Jelang bulan puasa, kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat kembali semrawut. Penyebabnya, selain pedagang kaki lima yang kembali berjualan di jalan juga banyak bermunculan lokasi parkir liar. Untuk menanganinya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengerahkan 40 petugas di sekitar kawasan tersebut.

Kita sudah tertibkan sejak dua pekan terakhir, karena memang mejelang puasa jumlah kunjungan ke Pasar Tanah Abang meningkat

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar mengatakan, sejak dua pekan terakhir, pihaknya terus melakukan operasi terhadap parkir liar untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Diharapkan, penertiban yang rutin digelar bisa mengurangi tingkat kemacetan di pusat grosir tekstil terbesar di Indonesia itu.

"Kita sudah tertibkan sejak dua pekan terakhir, karena memang mejelang puasa jumlah kunjungan ke Pasar Tanah Abang meningkat," kata Akbar saat dihubungi beritajakarta.com, Rabu (25/6).

Akbar menjelaskan, sebanyak 40 orang petugas Dinas Perhubungan itu  ditempatkan di setiap persimpangan. Menurutnya, jumlah personel yang diturunkan memang masih kurang untuk dapat mengurai kemacetan di Pasar Tanah Abang.

Pasalnya kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas masih sangat rendah. Sehingga, masih banyak masyarakat yang memarkirkan kendaraannya di badan jalan. Padahal, sudah disediakan lahan parkir di Pasar Tanah Abang.

Bahkan selama dua pekan Dishub DKI melakukan penertiban, sudah ribuan pentil roda dua yang dicabut. Namun, pengendara masih nekat memarkirkan kendaraannya di badan jalan. "Ada berapa ribu pentil yang sudah dicabutin, hanya memang masyarakat yang belum disiplin. Mau diapain lagi?," tegasnya.

Dikatakan Akbar, pihaknya juga berkoordinasi dengan Satpol PP DKI untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang kembali berjualan di jalan. "Bukan hanya parkir liar tapi juga banyak PKL, yang menambah kemacetan," ucapnya.

Sementara terkait dengan banyaknya tukang ojek yang mangkal di pinggir jalan, menurutnya persoalan itu sangatlah dilematis. Sehingga, petugas Dishub agak kesulitan menertibkan para tukang ojek. Namun, saat ini jalan di kawasan Pasar Tanah Abang masih bisa dilalui. "Yang jelas kami tetap mempertahankan Jalan Kebon Jati. Disana masih bisa dilalui cukup lancar. Kalau tukang ojek ditertibkan bilangnya untuk mencari nafkah, jadi kami sulit menertibkan," keluhnya.

Terkait masih banyaknya angkutan umum yang mengetem, kata dia, hal itu terjadi karena rezim setoran yang dilakukan oleh para pengelola angkutan umum. Sehingga, para sopir angkutan umum berhenti sembarangan untuk mencari calon penumpang.

BERITA TERKAIT
Angkot dan Pengojek Stasiun Tanah Abang Luput dari Penindakan

Angkot dan Ojek Bikin Semrawut Tanah Abang

Rabu, 18 Juni 2014 6236

stadion_GBK_macet.jpg

Atasi Macet, DKI Harus Terapkan Kebijakan Ekstrem

Jumat, 10 Januari 2014 2352

Angkot Metromini Patas

Kajian Sistem Pembayaran Angkutan Umum Libatkan Akademisi

Minggu, 08 Juni 2014 5244

Jalan depan Stasiun Tanah Abang Jadi Pangkalan Supir Angkot dan Ojek

Bikin Macet, Angkot di Stasiun Tanah Abang Harus Ditertibkan

Sabtu, 07 Juni 2014 6135

Menyambut Ramadhan, TPU Ramai Dikunjungi Peziarah

Peziarah Macetkan Lalu Lintas Sekitar Pemakaman

Selasa, 24 Juni 2014 4249

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2493

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1200

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 958

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 506

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1101

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks