Angkot dan Ojek Bikin Semrawut Tanah Abang

Rabu, 18 Juni 2014 Reporter: Andry Editor: Dunih 6315

Angkot dan Pengojek Stasiun Tanah Abang Luput dari Penindakan

(Foto: Andry)

Operasi terpadu yang digencarkan petugas gabungan dari Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) dan Polres Jakarta Pusat di kawasan pasar dan Stasiun Tanah Abang, tidak membuat sopir angkutan kota (angkot) 08 jurusan Tanah Abang-Kota, dan pengojek pergi dari kawasan tersebut. Keberadaan mereka yang semakin hari semakin banyak membuat pintu masuk Stasiun Tanah Abang, tepatnya di ruas Jalan Jati Baru terlihat semrawut. Bahkan, separuh badan jalan di pintu keluar stasiun pun kini telah penuh dengan keberadaan angkutan rakyat tersebut.

Para pengojek di pintu keluar stasiun, sudah pernah kita cabut pentil. Kita tidak bisa kenakan sanksi tilang karena itu kewenangan polisi

Akibat keberadaan mereka, arus lalulintas di depan pintu masuk dan pintu keluar Stasiun Tanah Abang macet total. Ironisnya, para personel Sudinhub Jakarta Pusat yang bertugas di lapangan seolah tak berani melakukan penindakan.

Kasudin Perhubungan Jakarta Pusat, Syamsuddin mengaku, sopir angkot 08 yang memarkirkan kendaraan di depan Stasiun Tanah Abang telah diberikan sanksi tilang. Sementara puluhan pengojek yang memenuhi bahu jalan dikenakan sanksi gembos ban.

"Para pengojek di pintu keluar stasiun, sudah pernah kita cabut pentil. Kita tidak bisa kenakan sanksi tilang karena itu kewenangan polisi," ujarnya, Rabu (18/6).

Menurutnya, operasi terpadu di kawasan Pasar Tanah Abang masih berjalan sampai 30 Juni mendatang. Karena itu, dalam penertiban berikutnya pihaknya akan menyisir kawasan Blok G, Blok A, Blok B hingga stasiun.

"Operasi terpadu masih berjalan sampai tanggal 30 Juni. Pengojek dan sopir angkot 08 di depan stasiun juga jadi sasaran kami, cuma begitu kita razia ke situ, mereka sepi, tapi begitu ditinggal datang lagi," ucapnya.

Syamsuddin membantah jika pihaknya dikatakan lemah mengawasi pengojek maupun sopir angkot di depan Stasiun Tanah Abang. Sebab, setiap harinya, tiga orang personelnya selalu ditugaskan mengawasi pengojek dan sopir angkot di kawasan itu secara bergantian. Pihaknya juga mengaku tidak takut menertibkan pengojek tersebut, meskipun rata-rata mereka adalah warga sekitar Tanah Abang.

"Di situ kita tempatkan tiga personel bergantian. Kalau dibilang kosong, mungkin mereka sedang istirahat makan. Kalau pengojek tertangkap tangan di situ, kita cabut pentil. Kalau tilang urusan polisi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Jalan depan Stasiun Tanah Abang Jadi Pangkalan Supir Angkot dan Ojek

Bikin Macet, Angkot di Stasiun Tanah Abang Harus Ditertibkan

Sabtu, 07 Juni 2014 6237

Seragam Dijual, Sopir Angkot Terjaring Razia Gabungan

Seragam Dijual, Sopir Angkot Ditilang

Rabu, 18 Juni 2014 5693

razia simpatik beritajakarta

15 Angkutan Umum Ditilang di Pondok Pinang

Kamis, 22 Mei 2014 3591

metro mini dan motor lawan arus sebabkan kesemberawutan di bawah flyover pondok kopi

Lalu Lintas di Kolong Flyover Pondok Kopi Semrawut

Rabu, 11 Juni 2014 6286

preman ilustrasi

Pasar Tanah Abang Kembali Dikuasai Preman

Selasa, 27 Mei 2014 6552

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7036

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4654

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2172

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2203

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1747

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks