Senin, 04 Mei 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 136
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara Indonesia melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) terkait percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), di gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat.
Kesepakatan ini disaksikan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan pejabat lainnya.
"arahan itu bukan sekadar angka, tapi aksi nyata,"
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sebelumnya menyampaikan, pembangunan PSEL ini akan dilakukan di Bantargebang, Jawa Barat dan Tanjungan, Jakarta Utara untuk mengurangi volume sampah di TPST Bantargebang.
Upaya pengelolaan sampah dari hulu ke hilir ini menjadi prioritas Pemprov DKI agar Jakarta menjadi lebih bersih dan sehat.
"Hari ini Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Danantara untuk dua lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Satu di Bantargebang dan satunya di Tanjungan, di Kamal Muara," ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5).
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyampaikan, kesepakatan kerja sama pembangunan PSEL ini menjadi bukti komitmen Pemprov DKI dan pemerintah pusat dalam mengelola sampah nasional. Upaya ini diperlukan mengingat timbunan sampah Jakarta telah mencapai 9.120 ton per hari.
"Penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Danantara untuk percepatan pembangunan PSEL DKI Jakarta menunjukkan keseriusan Pemprov DKI dan pemerintah Indonesia dalam pengelolaan sampah nasional," katanya.
Dikatakan Zulkifli, darurat sampah Jakarta yang membutuhkan penanganan dari berbagai pihak ini mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Prabowo. Menurutnya, penanganan masalah sampah membutuhkan penanganan secara cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi hulu dan hilir.
Zulkifli pun mengapresiasi komitmen Gubernur DKI Jakarta Pramono untuk menyelesaikan masalah sampah melalui pembangunan teknologi pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Jakarta hari ini membuktikan bahwa arahan itu bukan sekadar angka, tapi aksi nyata. Saya mengapresiasi komitmen nyata Pak Gubernur Jakarta, Pak Mendagri juga yang terus mendukung pengelolaan sampah menjadi waste to energy ini," tandasnya.