Pemilik Toko di Mal LTC Glodok Enggan Bayar Pajak

Rabu, 04 November 2015 Reporter: Folmer Editor: Widodo Bogiarto 11234

Ratusan Pemilik Toko di Mal LTC Glodok Kompak Kelabuhi Petugas Pajak

(Foto: Folmer)

Lihat saja sendiri, banyak pemilik toko lebih memilih mencopot, mengganti papan reklame daripada bayar pajak

Gelar Pelayanan Terpadu (GPT) yang diadakan Kantor Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Taman Sari bersama sejumlah instansi terkait tidak mendapat dukungan pemilik usaha di Mal LTC Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat.

Pasalnya, ratusan pemilik toko lebih memilih kucing–kucingan dengan petugas pajak yang sedang menggelar layanan jemput bola di Mal LTC Glodok sejak 26 Oktober hingga 6 November mendatang.

Berbagai cara dan upaya dilakoni oleh para pemilik usaha agar terhindar dari pembayaran pajak reklame ke kas daerah seperti yang diamanatkan dalam Perda Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame.

Berdasarkan pantauan beritajakarta.com,  Rabu (4/11) pagi, ribuan toko di Mal LTC Glodok menjual beraneka suku cadang mesin dan peralatan elektronik. Namun  sebagian besar pemilik telah mencopot, menutup atau mengganti papan reklame dengan tempelan kertas print yang terpasang di atas tempat usahanya.

Salah satunya toko khusus menjual mesin genset yang berada di Lantai GF I. Pemilik sengaja mengganti papan reklame di toko miliknya dengan selembar kertas kuarto bertuliskan Unggul Genset.  Pemandangan serupa terlihat pada papan reklame berukuran besar yang selama ini terlihat oleh warga saat melintas di Jalan Raya Hayam Muruk, namun saat ini ditutup menggunakan kain merah.

Sedangkan di dalam pertokoan, terlihat dua spanduk berukuran besar milik salah satu bank swasta ternama terpasang dari lantai 4 hingga 3. Namun, spanduk reklame itu tidak memiliki penang sebagai tanda bukti pembayaran pajak reklame dari Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta.

Udin, karyawan pegawai toko yang khusus menjual peralatan keamanan mengatakan, pemilik sengaja mencopot papan reklame karena ada petugas sedang menggelar kegiatan pendataan pajak.

“Lihat saja sendiri, banyak pemilik toko lebih memilih mencopot, mengganti papan reklame daripada bayar pajak,” kata Udin.

Sementara Acin, pemilik toko genset mengakui terpaksa mengganti papan reklame dengan tempelan kertas print untuk sementara waktu.

“Omzet penjualan lagi menurun, ya syukur masih bisa bertahan. Saya tahu kewajiban bayar pajak, tapi pemerintah lihat juga kemampuan pemilik,” kilah Acin.

BERITA TERKAIT
UPPD Taman Sari Targetkan 1.500 WP Baru

UPPD Taman Sari Targetkan 1.500 WP Baru

Senin, 26 Oktober 2015 5841

Ratusan Warga Memadati Gerai Pelayanan Terpadu

Warga Padati Gerai Pajak di Mal LTC

Senin, 26 Oktober 2015 5769

UPPD Taman Sari akan Gelar Gelar Pelayanan Terpadu

UPPD Taman Sari akan Gelar Pelayanan Terpadu

Kamis, 22 Oktober 2015 7262

Warga Pembayar Pajak Pahlawan DKI

Warga Pembayar Pajak Pahlawan DKI

Senin, 26 Oktober 2015 6000

Setiap Mal di Jakpus akan Dibuka Gerai Pajak

Setiap Mal di Jakpus akan Dibuka Gerai Pajak

Rabu, 04 November 2015 7883

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7129

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4818

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1971

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2496

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1062

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks