Camat Kramatjati Potong Anggaran 30 Persen

Senin, 28 April 2014 Reporter: Nurito Editor: Erikyanri Maulana 4335

Korupsi Rp 52 Juta, Camat Kramat Jati Jadi Terdakwa

(Foto: Nurito)

Sidang kasus korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dengan terdakwa Camat Kramatjati, Dian Purfanto kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (28/4). Dalam persidangan yang menghadirkan sejumlah saksi itu terungkap, terdakwa memotong APBD 2013 sebesar 30 persen di setiap seksi atau unit kecamatan. Ironisnya, terdakwa hingga kini masih menjabat sebagai Camat Kramatjati. 

Uang 30 persen hasil pemotongan itu digunakan untuk mendanai kegiatan yang tidak ada di daftar pengisian anggaran (DPA). Karena pemotongan itu, kegiatan juga jadi tidak maksimal. Sebenarnya kegiatan yang tidak ada di DPA itu sulit diadakan tapi karena terpaksa, jadi diadakan

Sidang yang diketuai Majelis Hakim Ibnu menghadirkan lima orang saksi diantaranya, Kasubag Keuangan Kecamatan Kramatjati Murtiani, Sekretaris Kecamatan Kramatjati Kholi Susanto, dan Kasie Pemerintahan dan Trantib Kecamatan Kramatjati Sani.

Dalam kesaksiannya, semua saksi yang hadir mengungkapkan, saat baru mejabat, terdakwa memerintahkan agar pejabat di kecamatan tetap menggunakan pola lama yakni memotong 30 persen anggaran dalam setiap kegiatan. "Uang 30 persen hasil pemotongan itu digunakan untuk mendanai kegiatan yang tidak ada di daftar pengisian anggaran (DPA). Karena pemotongan itu, kegiatan juga jadi tidak maksimal. Sebenarnya kegiatan yang tidak ada di DPA itu sulit diadakan tapi karena terpaksa, jadi diadakan,” ujar Murtiani saat memberikan kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Senin (28/4).

Sementara itu, Kholi Susanto yang menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Kramatjati menambahkan, kendati terdakwa memerintahkan pemotongan sebesar 30 persen untuk setiap kegiatan, namun tidak semua kegiatan yang ada dipotong. “Saya sering mendengar keluhan dari para kepala seksi, bahwa pemotongan anggaran itu membuat kegiatan tidak maksimal. Tapi kegiatan itu tetap dilaksanakan,” kata Kholi Susanto.

Ketua Majelis Hakim, Ibnu meminta para saksi untuk tidak memberikan keterangan yang berbelit-belit dan membingungkan. “Karena ini bukan ujian, jadi kesaksiannya harus jelas berdasarkan fakta,” kata Ibnu.

Sedangkan terdakwa Dian Purfanto mengaku menjadi korban dari kebijakan lama yang harus dijalaninya. "Dari awal saya sudah keberatan adanya potongan anggaran sebesar 30 persen. Tapi karena ini pola lama yang harus dijalankan, ya saya jalankan," kilahnya.

Jaksa Penuntut Umum, Bobby Ruswin menambahkan, terdakwa telah melakukan pelanggaran hingga negara dirugikan sebesar Rp 52 juta. "Sebagai camat, terdakwa harus mampu mencegah adanya pola lama agar tidak diteruskan. Karena ada kerugian negara yang ditimbulkan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Jokowi Sedih Banyak Pejabat DKI Terjerat Hukum

Jokowi Ingatkan SKPD Hati-hati Gunakan Anggaran

Kamis, 10 April 2014 5606

jokowi_pullman_wahyu.jpg

Jokowi Tindaklanjuti Temuan ICW

Rabu, 02 April 2014 6075

jatinegara_nurito_timurrr.jpg

Ucok Bangswan Sandang Status Tahanan Kota

Rabu, 19 Maret 2014 3696

ahok_wwncr_worldbank_dokbj.jpg

Basuki Tolak Beri Bantuan Hukum ke Pejabat Dishub

Jumat, 28 Maret 2014 2630

eko_baruna_ditahan_nurito_jaktim.JPG

Mantan Kadis Kebersihan DKI Ditahan

Kamis, 20 Maret 2014 3758

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2358

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2394

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1719

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 991

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1775

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks