Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengapresiasi laporan Indonesian Coruption Watch (ICW) yang menyebutkan adanya pungutan liar (pungli) dan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang tidak tepat sasaran.
Dikatakan Jokowi, informasi dan data yang diberikan ICW sangat bagus, untuk itu dirinya akan menindaklanjuti temuan ICW dan melakukan evaluasi kepada siswa penerima KJP.
"Iya dong jelas ditindaklanjuti. Masa informasi bagus kayak gitu nggak ditindaklanjuti," kata Jokowi, Rabu (2/4).
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengakui adanya temuan Indonesian Corruption Watch (ICW) terkait penyimpangan dana program KJP. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta pun diinstruksikan untuk mengandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ICW dalam pengawasan program KJP.
Seperti diketahui, ICW melansir hasil risetnya dimana ditemukan potongan sebesar Rp 50.000 - 100.000 pada penerima program KJP. Selain itu, penerima KJP sebanyak 19,4 persen diketahui tidak tepat sasaran. Bahkan 31,7 persen lainnya tak jelas keberadaannya. Kemudian, adanya dugaan tiga parpol yang turut bermain dalam program KJP tersebut.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9172
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3134
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3571
Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu
Senin, 27 Juli 2026
2776
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman