Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengapresiasi laporan Indonesian Coruption Watch (ICW) yang menyebutkan adanya pungutan liar (pungli) dan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang tidak tepat sasaran.
Dikatakan Jokowi, informasi dan data yang diberikan ICW sangat bagus, untuk itu dirinya akan menindaklanjuti temuan ICW dan melakukan evaluasi kepada siswa penerima KJP.
"Iya dong jelas ditindaklanjuti. Masa informasi bagus kayak gitu nggak ditindaklanjuti," kata Jokowi, Rabu (2/4).
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengakui adanya temuan Indonesian Corruption Watch (ICW) terkait penyimpangan dana program KJP. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta pun diinstruksikan untuk mengandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ICW dalam pengawasan program KJP.
Seperti diketahui, ICW melansir hasil risetnya dimana ditemukan potongan sebesar Rp 50.000 - 100.000 pada penerima program KJP. Selain itu, penerima KJP sebanyak 19,4 persen diketahui tidak tepat sasaran. Bahkan 31,7 persen lainnya tak jelas keberadaannya. Kemudian, adanya dugaan tiga parpol yang turut bermain dalam program KJP tersebut.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jumat, 30 Oktober 2026
7132
Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Sabtu, 31 Oktober 2026
4824
Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng
Senin, 02 November 2026
2054
Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap
Jumat, 30 Oktober 2026
2501
5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT