Kamis, 21 Mei 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 155
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Ekonomi Kreatif Tahun 2026.
"Kampanye ramah lingkungan"
Bimtek yang berlangsung di salah satu hotel di Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok ini mengusung tema "Jakarta Utara Berkreasi dalam Produk Kreatif yang Higienis dan Ramah Lingkungan" dan diikuti 150 peserta yang terdiri dari pelaku usaha kreatif, Jakpreneur, serta UKM binaan Sudin Parekraf Jakarta Utara.
Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai strategi pengembangan sektor ekonomi kreatif yang inovatif dan berkelanjutan. Tema tersebut juga dipilih untuk memperingati Hari Bumi Internasional yang diperingati setiap 22 April.
"Fokus aksi kami adalah pengurangan sampah plastik, kampanye ramah lingkungan, dan edukasi berkelanjutan. Kami ingin UKM di Jakarta Utara memiliki peluang besar memanfaatkan sampah atau limbah sebagai bahan baku produk bernilai jual tinggi," ujarnya, Kamis (21/5).
Dyah menjelaskan, sampah memiliki potensi ekonomi apabila dipilah dan diolah secara kreatif. Melalui Bimtek ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai standardisasi produk, pengemasan, hingga manajemen pemilahan sampah.
Materi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber, di antaranya Konsultan Gizi Rita Ramayulis dan Circular Economy and Waste Management Specialist Zulfikar.
"Selain materi ramah lingkungan, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait produk makanan higienis, sistem pembayaran QRIS Jakpreneur, hingga Sensus Ekonomi Tahun 2026," terangnya.
Sementara itu, Subkelompok Perekonomian Jakarta Utara, Jazuli mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Bimtek ini sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
"Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Kami mendorong pelaku UKM berperan aktif menciptakan lingkungan sehat melalui usaha ramah lingkungan. Masyarakat juga diajak memilah sampah menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, B3, dan residu," ungkapnya.
Ia berharap, Bimtek ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga membangun jejaring usaha yang berkelanjutan di Jakarta Utara. Sebab ekonomi kreatif tanpa kepedulian lingkungan biasanya hanya berakhir menjadi kemasan lucu yang isinya tetap merusak bumi.
"Melalui semangat kolaborasi bersama RT, RW, hingga komunitas, diharapkan Jakarta Utara menjadi wilayah yang aktif dan konsisten menerapkan budaya pilah sampah demi masa depan ekonomi kreatif yang lebih gemilang," tandasnya.