Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

Senin, 18 Mei 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 1543

Pemeriksaan kesehatan otoy

(Foto: Ilustrasi)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus memantau perkembangan kasus Hantavirus di wilayah Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati menjelaskan, hingga saat ini tercatat ada tiga kasus terkonfirmasi positif dan enam kasus suspek yang masih dalam monitoring ketat oleh tenaga kesehatan.

"kami monitor sampai dengan hari ini,"

"Kami masih menemukan ada tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan, tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini," ujar Ani, di Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5).

Dinkes DKI, kata Ani, telah menindaklanjuti surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan terhadap penyebaran penyakit Hantavirus ini. Surat edaran kewaspadaan pun telah disampaikan ke seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta.

Selain itu, Dinkes DKI juga telah menempatkan beberapa RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap suspek kasus Hantavirus.

"Juga ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan," lanjut dia.

Ani mengingatkan Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui tikus. Karena itu, masyarakat diminta mengenali tiga jalur utama penularan virus ini agar bisa melakukan pencegahan secara efektif.

Masyarakat diminta agar mewaspadai saat membersihkan sarang atau tempat-tempat yang dihuni banyak tikus. Ani mengatakan, masyarakat perlu menerapkan protokol pola hidup bersih dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

"Harus ada kewaspadaan karena penularannya ada beberapa macam," katanya.

Penularan penyakit ini bisa melalui inhalasi aerosol dari kotoran tikus, sekresi air liur, dan kencing. Jika kotoran tersebut mengering dan bercampur dengan partikel udara, maka bisa terhirup oleh manusia.

"Atau dengan kontak langsung kepada sekresi tikus yang terkontaminasi hanta atau kemudian secara langsung dengan gigitan tikus," kata Ani.

Karena itu, saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus perlu memastikan ventilasi udara dalam keadaan baik. Kotoran tikus juga perlu dibersihkan setelah disemprot dengan disinfektan terlebih dahulu.

"Kalau di rumah kita bisa menggunakan pemutih, cairan pemutih yang biasa ada di rumah sebagai disinfektan sebelum dibersihkan kotorannya," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gubernur pramono puskes meruya rezap2

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pram Resmikan Pustu Meruya Selatan II

Senin, 18 Mei 2026 250

Skrining paru dok

Edukasi dan Mitigasi Hantavirus Diminta Diperkuat

Jumat, 15 Mei 2026 940

Masker otoy

Warga Diajak Terapkan PHBS untuk Cegah Hantavirus

Selasa, 12 Mei 2026 312

BERITA POPULER
Kebakaran sunter agung anita

Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

Rabu, 13 Mei 2026 9592

IMG 20260516 WA0000

Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

Sabtu, 16 Mei 2026 4236

Pemeriksaan kesehatan otoy

Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

Senin, 18 Mei 2026 1544

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

Selasa, 12 Mei 2026 3629

Iin Tinjau Sejumlah RW Percontohan Pengelolaan Sampah di Jakbar

Pemkot Jakbar Gelar Kerja Bakti Serentak di 56 Kelurahan

Minggu, 17 Mei 2026 1161

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks