Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

Senin, 18 Mei 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 2707

IMG 20260518 WA0123

(Foto: Nurito)

Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur terus menggencarkan pengolahan sampah organik sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang, Bekasi. Saat ini, rata-rata sebanyak 3,4 ton sampah organik per hari berhasil diolah menjadi bubur fermentasi untuk pakan maggot dan bahan kompos.

"Awalnya hanya sekitar 1,4 ton per hari"

Pantauan Beritajakarta di Kantor Suku Dinas LH Jakarta Timur, Senin (18/5), sampah organik hasil pemilahan warga dari 10 kecamatan dikumpulkan dan diolah.

Sampah yang masuk terlebih dahulu dipilah kembali untuk memisahkan plastik, dedaunan tertentu, dan material lain yang tidak dapat difermentasi. Setelah itu, sampah ditimbang dan dicacah menggunakan mesin berkapasitas 500 kilogram per jam hingga menjadi bubur organik.

Bubur hasil pencacahan kemudian dimasukkan ke dalam tong berkapasitas 80 liter dan dicampur cairan EM4 serta kolase untuk mempercepat proses fermentasi.

Kepala Suku Dinas LH Jakarta Timur, Monang Sinaga mengatakan, program pengolahan sampah organik ini telah berjalan sejak awal April 2026.

"Sampah organik yang diolah awalnya hanya sekitar 1,4 ton per hari saat ini meningkat menjadi sekitar 3,4 ton per hari," ujarnya,

Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi salah satu langkah konkret untuk mengurangi beban sampah di TPST Bantar Gebang.

Ia menjelaskan, jumlah sampah organik di Jakarta Timur diperkirakan mencapai 1.250 ton per hari. Namun, saat ini kapasitas pengolahan yang dimiliki baru mampu menangani sekitar 3,4 ton per hari.

Untuk itu, pihaknya terus mengajak masyarakat mendukung program pemilahan sampah dari sumber, khususnya rumah tangga. Warga diimbau memisahkan sampah organik, nonorganik, dan residu sebelum dibuang.

"Nantinya, yang boleh dibuang ke TPST Bantar Gebang hanya sampah residu. Sampah organik dan nonorganik harus diolah terlebih dahulu," terangnya.

Monang mengimbau masyarakat untuk mengirimkan sampah organik ke titik pengumpulan atau drop point yang tersedia di setiap kecamatan. Sampah tersebut kemudian akan diangkut ke Kantor Suku Dinas LH Jakarta Timur untuk diolah menjadi pakan maggot maupun kompos.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Sudin LH Jakarta Timur, Aditya Pamungkas mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 2.405 tong sampah berkapasitas 80 liter untuk mendukung program pemilahan sampah organik di masyarakat.

Tong sampah tersebut dibagikan kepada warga sebagai wadah sampah organik terpilah. Setiap hari, petugas mengambil sampah dari warga di 10 kecamatan untuk dibawa ke lokasi pengolahan.

"Untuk bubur sampah hasil pencacahan saat ini dimanfaatkan untuk pakan maggot di lingkungan Kantor Suku Dinas LH Jakarta Timur dan sebagian lainnya dikirim ke offtaker Harmoni Farm dan Magota Plus di Tangerang, Banten," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260512 WA0139

Munjirin Resmikan Gerakan Pilah Sampah di Kelurahan Penggilingan

Selasa, 12 Mei 2026 1220

Walikota jaktim munjirin nur

Pemkot Jaktim Fasilitasi Warga Pilah Sampah

Senin, 11 Mei 2026 823

IMG 20260512 WA0073

Gerakan Pilah Sampah Disosialisasikan di Pulau Tidung

Selasa, 12 Mei 2026 643

BERITA POPULER
Petugas tj bantu warga ist2

Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 14501

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3577

Transjakarta penghargaan pusta karsa ist

Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

Kamis, 15 Oktober 2026 1927

Masukan Ketua Komisi B Optimalisasi Transportasi Umum MRT ilust 1

Makin Diminati, Transportasi Jakarta Tembus Peringkat 15 Besar Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 937

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 929

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks