Kamis, 09 April 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 198
(Foto: Folmer)
SMAN 71 Jakarta diharapkan bisa menjadi percontohan penerapan transparansi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, dengan memastikan seluruh proses berlangsung terbuka dan mudah diakses publik.
Harapan ini disampaikan Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat, saat menggelar visitasi untuk menyerahkan hasil rekomendasi Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) ke SMAN 71, Kamis (9/4).
"Pastikan akses mudah, jelas, dan tidak berbelit."
“Visitasi ini penting karena melibatkan para siswa secara langsung. Ini adalah bentuk sosialisasi keterbukaan informasi publik sejak dini dan terobosan besar bagi dunia pendidikan,” ujar Harry.
Ia mengungkapkan, keterbukaan informasi bukan sekadar mengejar predikat informatif, tetapi membangun sistem layanan informasi yang berintegritas, kuat dan berkelanjutan.
“Yang dibangun adalah sistem yang kuat dan transparan,” ungkapnya.
Harry memberikan penekanan khusus seputar keterbukaan informasi pada masa SPMB yang selalu menjadi perhatian publik setiap tahun.
“Informasi SPMB tidak boleh disembunyikan. Pastikan akses mudah, jelas, dan tidak berbelit. Ini momentum transparansi maksimal yang harus dijaga sekolah,” tegasnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 71, Lilik Sujana menambahkan, pelibatan siswa dalam proses visitasi merupakan bagian pembinaan generasi yang memahami nilai transparansi sejak dini.
"Kami juga mengajak pengurus OSIS SMAN 71 Jakarta saat visitasi KI DKI. Kami akan menindaklanjuti rekomendasi hasil E- monev 2025,'tandasnya.