Kamis, 28 Mei 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 569
(Foto: Istimewa)
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memercayakan pemotongan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah kepada Perumda Dharma Jaya.
Proses ini berlangsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung, yang berlokasi di kantor Perumda Dharma Jaya, Jalan Raya Penggilingan, Jakarta Timur. Sinergi ini menandai langkah maju pelaksanaan kurban yang lebih higienis serta memenuhi standar kesehatan.
"lebih praktis,"
Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif mengatakan, kerja sama dengan Perumda Dharma Jaya dilakukan mendukung proses pemotongan hewan kurban yang lebih praktis, bersih, dan terstandarisasi.
“Alhamdulillah tahun ini kami bekerja sama dengan Perumda Dharma Jaya karena lebih praktis dan dapat mengurangi pengotoran di tempat penyembelihan,” ujarnya, Kamis (28/5).
Ia menyampaikan, PWNU DKI Jakarta menerima sekitar 13 ekor sapi kurban berukuran besar dari berbagai pihak di antaranya dari Presiden Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri, hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid.
Samsul menyebut, pemotongan hewan kurban di Dharma Jaya merupakan pengalaman pertama bagi PWNU DKI Jakarta setelah sebelumnya dilakukan secara tradisional dan manual.
Alasan PWNU memilih Dharma Jaya karena fasilitasnya telah menerapkan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), memiliki standar sanitasi yang baik, serta didukung juru sembelih halal (Juleha) yang tersertifikasi.
“Selain menjaga kesehatan hewan, kebersihan sanitasi juga terjaga. Prosesnya lebih praktis dan cepat,” katanya.
Ia menilai, ini bisa menjadi proyek percontohan. Pemerintah harus memberi contoh bahwa penyembelihan hewan dilakukan di tempat yang memang disiapkan secara khusus.
Untuk itu, Samsul berharap fasilitas pemotongan hewan modern seperti Dharma Jaya dapat diperbanyak di setiap wilayah kota administrasi di Jakarta ke depannya, agar distribusi layanan semakin merata.
“Ke depan Jakarta sebagai kota global harus memiliki tempat penyembelihan hewan yang memang dikhususkan dan terstandarisasi. Jadi penyembelihan tidak lagi dilakukan sembarangan,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menyambut baik kepercayaan yang diberikan PWNU DKI Jakarta kepada Dharma Jaya dalam penanganan pemotongan hewan kurban tahun ini.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Dharma Jaya karena mendapat kepercayaan dari PWNU untuk memproses hewan kurbannya di sini. Tentunya kami sudah memiliki standar yang diterima masyarakat dan dinas kesehatan,” tuturnya.
Menurut Raditya, idealnya setiap wilayah di DKI Jakarta memiliki pusat atau cabang tempat pemotongan hewan yang tersertifikasi dan memenuhi standar kesehatan serta syariat halal seperti yang diterapkan Dharma Jaya saat ini.
“Kalau ke depan ini bisa diwujudkan, maka pemotongan hewan tidak harus terpusat di Dharma Jaya saja, tetapi bisa merata sehingga seluruh warga Jakarta dapat merasakan manfaatnya,” katanya.
Untuk itu, usulan pengembangan fasilitas pemotongan hewan modern tersebut akan disampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk ditindaklanjuti.
Dalam pelaksanaannya, Dharma Jaya menyediakan layanan menyeluruh mulai dari proses penyembelihan, pengemasan, hingga penyiapan distribusi daging kurban. Daging kurban nantinya akan didistribusikan PWNU DKI Jakarta kepada masyarakat melalui enam cabang PCNU di wilayah Jakarta.
Raditya memastikan seluruh proses pemotongan dilakukan sesuai syariat Islam dan diawasi secara ketat oleh tenaga profesional bersertifikat.
“Insya Allah semua dilakukan sesuai syariat dan diawasi langsung dalam proses pemotongannya,” tandasnya.