Sudin LH Jaktim Bantu Atasi Tumpukan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Sabtu, 28 Maret 2026 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 992

Tumpukan sampah pasar induk kramatjati dinas lh

(Foto: Nurito)

Jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur membantu mengatasi tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati. Bantuan dilakukan selama tiga hari, sejak Jumat (27/3) kemarin hingga Minggu (29/3) besok.

Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah mengatakan, pihaknya hanya memberikan bantuan sementara untuk mengurai tumpukan sampah tersebut, karena penanganan masalah sampah di Pasar Induk Kramat Jati merupakan tanggungjawab Perumda Pasar Jaya.

Setiap hari ada 20 truk sampah untuk pengangkutan ke TPST Bantar Gebang,

"Selama tiga hari, sejak Jumat kemarin hingga Minggu besok kita bantu pembuangan sampah. Setiap hari ada 20 truk sampah untuk pengangkutan ke TPST Bantar Gebang, Bekasi," kata Dwi, Sabtu (28/3).

Menurut Dwi, pihaknya tidak bisa memberikan bantuan sepenuhnya dalam membersihkan sampah di area komersial tersebut sampai tuntas. Kenapa? Karena, menurutnya, itu bukan sampah liar atau sampah yang tidak bertuan, tapi ini ada penghasilnya.

Ditegaskan Dwi, jika pihaknya membersihkan sampai tuntas maka dapat melanggar UU nomor 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagaimana telah diperbarui melalui Undang-undang nomor 11/2020 tentang cipta kerja, yang mewajibkan setiap pelaku usaha untuk mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan, termasuk ke dalamnya memastikan seluruh limbah dan sampah hasil kegiatan usaha dikelola dengan benar.

Kemudian dalam Undang-undang nomor 18/2008 tentang pengelolaan sampah secara tegas mengatur bahwa setiap penghasil sampah, termasuk pelaku usaha wajib melakukan pengurangan dan penanganan sampah dari sumbernya. Artinya, tidak ada ruang untuk membiarkan sampah menumpuk atau menyerahkan seluruh beban pengelolaan sampah kepada pemerintah.

Hal ini diperkuat dengan Perda Provinsi DKI Jakarta nomor 3/2013 tentang pengelolaan sampah yang secara jelas mewajibkan pelaku usaha untuk melakukan pemilahan sampah, menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan, memastikan pengangkutan serta pengelolaan sampah dilakukan secara sesuai ketentuan.

"Pasar Induk Kramat Jati harusnya bisa mengelola sampah sendiri, bukan bergantung pada pemerintah daerah. Karena itu wilayah komersial," tukas Dwi.

Apalagi, lanjut Dwi, sampah di Pasar Induk itu mayoritas organik yang seharusnya tidak dibuang ke TPST Bantar Gebang Bekasi. Melainkan dikelola di lokasi untuk dijadikan kompos atau lainnya. Hal ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup RI agar sampah organik tidak ada yang dibuang ke TPST Bantar Gebang.

Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengucapkan terimakasih dan apresiasi pada jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI yang telah membantu menangani sampah tersebut. Agus mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berencana mengelola sampah mandiri dan saat ini masih dalam proses kajian. 

Menurut Agus, mulai Mei mendatang pihaknya akan membuang sampah ke TPST Bantar Gebang secara mandiri dengan mengerjakan lima armada truk setiap hari.

"Jangka pendek sudah kita lakukan pengelolaan kompos secara mandiri, yaitu kurang lebih satu ton setiap harinya," ungkap Agus.

Kemudian pemilahan sampah setiap minggu ada satu ton. Selain itu ada pemanfaatan sampah oleh masyarakat untuk pakan ternak. Hanya memang upaya yang dilakukannya itu tak sebanding dengan volume sampah yang ada. Sehingga sampah tetap menumpuk.

Jangka panjangnya, pihaknya bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri total. Yakni lebih kurang 150 - 200 ton setiap harinya 

Agus berharap, tetap ada bantuan penanganan sampah dari Dinas LH DKI sambil menunggu realisasi program jangka pendek dan jangka panjang.

BERITA TERKAIT
Penanganan Darurat Turap Longsor di Kali Baru Rampung

Pramono Larang TPS Sampah di Badan Air

Jumat, 27 Maret 2026 887

Bank sampah koepoe rorotan anita

Kelurahan Rorotan Jadi Percontohan Pemilahan Sampah 100 Persen

Jumat, 27 Maret 2026 965

Sampah pasca genangan nurito

141,37 Ton Sampah Pascagenangan di Jaktim Berhasil Dibersihkan

Jumat, 27 Maret 2026 645

BERITA POPULER
MRT Jam operasional jati

Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

Rabu, 24 Juni 2026 3126

Satpol pp dki jakarta 1

190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

Jumat, 26 Juni 2026 782

Parkir jakarta 2

Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

Kamis, 25 Juni 2026 857

HUT 499 1 jati

Meriah! Padi Reborn Guncang Bundaran HI di Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 362

IMG 20260626 WA0084

75 Peserta Ikuti Bimtek Pelatihan Barista Parekraf Jakbar

Jumat, 26 Juni 2026 581

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks