Sosialisasi Pemilahan Sampah Digencarkan di Jaksel

Selasa, 12 Mei 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 946

IMG 20260512 WA0130

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan melakukan sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

"Membangun budaya pilah sampah"

Sosialisasi yang berlangsung di aula Kantor Suku Dinas LH Jakarta Selatan, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari perwakilan camat, lurah, dan ketua RW se-Jakarta Selatan. 

Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat (PSM) Suku Dinas LH Jakarta Selatan, Hendrik Mindo Sihombing mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah memperkuat peran wilayah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

"Kami menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun budaya pilah sampah sejak dari rumah tangga," ujarnya, Selasa (12/5).

Hendrik menjelaskan, pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi timbulan sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang sekaligus meningkatkan nilai guna sampah melalui pengolahan yang tepat.

Menurutnya, masyarakat perlu mulai menerapkan berbagai metode pengolahan sampah organik dan anorganik secara sederhana, efektif, dan berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

"Kami sebagai pihak pemerintah tentunya akan menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah terpilah, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta mengawasi pelaksanaannya. Kami juga berencana memberikan insentif bagi RT/RW yang berhasil mengelola sampah," terangnya.

Ia berharap, masyarakat semakin terbiasa memilah dan mengelola sampah langsung dari sumbernya sehingga dapat tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

"Mudah-mudahan upaya ini berjalan lancar dan efektif sehingga pada 1 Agustus nanti, ketika sampah selain residu tidak lagi dapat masuk ke TPST Bantar Gebang, kita sudah siap menghadapi kebijakan tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Subkelompok Pemberdayaan Masyarakat Dinas LH DKI Jakarta, Susi Andriani menuturkan, masyarakat perlu mulai membuat micro tempat pengolahan sampah dari rumah masing-masing dengan melakukan pemilahan sejak dari meja makan.

"Kalau dari rumah sudah bisa memilah dengan baik, tentu pengurangan sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang akan jauh berkurang. Apalagi saat ini program biopori jumbo dan teba modern sedang digalakkan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260512 WA0073

Gerakan Pilah Sampah Disosialisasikan di Pulau Tidung

Selasa, 12 Mei 2026 415

Gerakan pilah sampah rumah gery ist

Gerakan Pilah Sampah Dorong Ekonomi Sirkular

Selasa, 12 Mei 2026 648

Gerakan pilah sampah gery ist3

Gerakan Pemilahan Sampah Dibarengi Infrastruktur dan Edukasi Warga

Senin, 11 Mei 2026 590

BERITA POPULER
MRT Jam operasional jati

Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

Rabu, 24 Juni 2026 2409

Satpol pp dki jakarta 1

190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

Jumat, 26 Juni 2026 699

Parkir jakarta 2

Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

Kamis, 25 Juni 2026 757

1000387441

84 Kendaraan Ikut Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakbar

Kamis, 25 Juni 2026 674

Pramono Anung Sapa Warga HBKB Rasuna Said

HBKB di Rasuna Said Ditiadakan 28 Juni 2026

Jumat, 26 Juni 2026 453

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks