Jumat, 27 Maret 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 212
(Foto: Nurito)
Sebanyak 141,37 ton sampah pascagenangan di Jakarta Timur berhasil petugas gabungan sejak Senin (23/3) lalu hingga pagi ini.
"Total personel yang terlibat mencapai 199 orang"
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Monang Sinaga mengatakan, genangan yang terjadi pada 21 dan 22 Maret 2026 menyisakan volume sampah yang cukup besar.
"Sampah tersebut tidak hanya berasal dari aliran genangan, tetapi juga dari perabot rumah tangga warga yang karena kebasahan," ujarnya, Jumat (27/3).
Ia menambahkan, proses pembersihan juga terkendala oleh arus balik warga usai mudik Lebaran. Banyak warga yang baru menyadari kondisi rumahnya terdampak genangan setelah kembali ke Jakarta, sehingga mereka membuang perabotan rusak secara bertahap.
"Hal ini menyebabkan petugas harus melakukan pembersihan ulang di sejumlah titik," terangnya.
Dari total sampah yang diangkut, lanjut Monang, Kecamatan Pasar Rebo menjadi wilayah dengan volume tertinggi mencapai 44 ton, disusul Cipayung 35 ton, Ciracas 31 ton, Kramat Jati 25 ton, dan Kecamatan Makasar 6,37 ton.
Ia memaparkan, dalam proses penanganan sampah tersebut, Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur kelurahan, Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air, serta masyarakat setempat.
"Total personel yang terlibat mencapai 199 orang, terdiri dari 101 petugas PPSU, 53 personel Sudin LH, 18 personel UPS Badan Air, dan 27 warga," ungkapnya.
Monang menjelaskan, untuk mempercepat proses evakuasi, puluhan armada dikerahkan, di antaranya dua truk typer besar dan delapan typer kecil milik Sudin LH. Selain itu, 10 unit mobil Hilux PPSU, lima unit Germor, lima unit mobil bak terbuka dari UPS Badan Air, serta lima unit kendaraan bak terbuka milik Sudin LH turut dikerahkan
"Seluruh armada itu digunakan untuk menjangkau sampah dari permukiman warga, sebelum diangkut ke truk besar dan dibawa ke TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat," tandasnya.