DKI Siapkan Aplikasi Android Tampung Keluhan Warga

Senin, 11 Agustus 2014 Reporter: Rudi Hermawan Editor: Agustian Anas 6729

DKI Siapkan Aplikasi Android Tampung Keluhan Warga

(Foto: doc)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan aplikasi android untuk menampung aspirasi dan keluhan warga ibu kota. Nantinya, aplikasi tersebut dapat menampung berbagai keluhan warga terkait tumpukan sampah, pedagang kaki lima (PKL), kondisi jalan berlubang, masalah keamanan, dan lain sebagainya.

Aplikasi sama dengan safetiPin sedang dibangun tahun ini. Bedanya, kalau SafetiPin laporan siapapun datanya ada di server yang punya SafetiPin. Kalau kami yang membuat, maka data dan informasinya jadi milik kami

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan (Kominfomas) DKI Jakarta, Agus Bambang Setyowidodo mengatakan, aplikasi yang saat ini tengah digarap tersebut sama dengan aplikasi SafetiPin.

"Aplikasi sama dengan SafetiPin sedang dibangun tahun ini. Bedanya, kalau SafetiPin laporan siapapun datanya ada di server yang punya SafetiPin. Kalau kami yang membuat, maka data dan informasinya jadi milik kami," kata Agus, Senin (11/8).

Ia menjelaskan, aplikasi tersebut nantinya bisa diunduh siapa pun melalui google playstore dan berfungsi memberikan informasi terkait kondisi suatu wilayah. Jika ada laporan, akan ada simbol warna tertentu. "Misalnya, warna merah untuk laporan kurang aman, kuning untuk was-was, dan hijau menandakan aman," ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun aplikasi yang sedang dikerjakan berbeda dengan aplikasi SafetiPin, masyarakat tetap bisa menggunakan dan memanfaatkan keberadaan SafetiPin. Hanya saja, kelemahan penggunaan aplikasi tersebut, informasi yang masuk adalah ke pemilik server yang bukan berada di DKI.

"Jadi kita tidak tahu persis laporan masyarakatnya bagaimana. Tapi kalau kita punya aplikasi sendiri, data masuk itu langsung kami terima sehingga kita bisa tahu apa saja laporan masyarakat," terangnya.

Dikatakan Agus, jika tidak ada halangan, Desember ini aplikasi tersebut sudah selesai dan bisa digunakan masyarakat. Sehingga masyarakat bisa melaporkan apa yang dilihat dan dirasakan di lingkungan mereka, seperti adanya tumpukan sampah, pedagang kaki lima (PKL), kondisi jalan berlubang dan masalah keamanan.

Pengerjaan aplikasi tersebut melibatkan pihak luar yakni Google Map. Posisi yang dipilih dalam pembuatan aplikasi tersebut adalah real time dan bukan posisi pencitraan. Biaya pembuatan aplikasi tersebut sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2014 sebesar Rp 2 miliar.

"Kami belum berikan namanya untuk aplikasi ini, yang pasti namanya standar DKI. Kami akan rumuskan, tetapi kami sudah analisis sejak bulan Maret," pungkasnya.

BERITA TERKAIT
pelayanan puskesmas pondok kelapa

Warga Keluhkan Dokter Puskesmas Datang Telat

Sabtu, 05 Juli 2014 21050

Mencegah Duplikasi Data KJP, Disdik DKI Bangun Sistem Pendataan online

DKI Cegah Duplikasi KJP dengan Data Online

Kamis, 10 Juli 2014 9119

DKI Awasi Pelayanan Publik Lewat Smartphone

DKI Awasi Pelayanan Publik Lewat Smartphone

Rabu, 04 Juni 2014 7424

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2309

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2258

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1692

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 959

Pemprov dki kemenag jalan istiqlal folmer

DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah

Senin, 16 Maret 2026 1345

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks