Kamis, 15 Oktober 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 276
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Rangkaian penilaian 10 besar Lomba Benyamin S Award (BSA) 2026, salah satunya mensyaratkan setiap kelurahan menggelar kegiatan festival. Tidak hanya menampilkan potensi wilayah, festival itu juga dirancang menjadi role model kohesi menggerakkan masyarakat.
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan, festival yang disiapkan setiap kelurahan finalis Lomba Benyamin S Award 2026 tidak sekadar bentuk selebarasi, tapi juga akan menjadi penguatan bagi setiap kelurahan.
Bukan hanya sebuah selebrasi.
"Festival bukan hanya sebuah selebrasi. Tetapi lebih dari itu semua, sebagai ruang kohesi, ruang yang menguatkan ikatan yang ada di masyarakat," katanya, Kamis (13/10).
Dilanjutkan Sigit, ruang kohesi itu diharapkan bisa memperkuat kebersamaan masyarakat dan jajaran pemerintahan di level kelurahan. Sehingga, Jakarta ke depan semakin solid, sukses dan realisasi pembangunan juga semakin optimal.
Ditegaskan Sigit, kegiatan festival ini juga tidak hanya akan menjadi bagian dalam event kalender HUT ke-500 Jakarta, 2027 mendatang. Secara praktis, kegiatan ini bisa menjadi barometer bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di level kelurahan.
"Kami mendorong melalui Biro KSD, ini bisa menjadi role model di dalam proses evaluasi kinerja dan penggerakan masyarakat di level kelurahan," tandasnya.