Jumat, 09 Oktober 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 149
(Foto: Nugroho Sejati)
Pelanggan MRT Jakarta yang menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) yang dikeluarkan oleh bank seperti E-money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA, JakCard Bank Jakarta, dan kartu multitrip commuterline (KMT) dapat melakukan pengetapan di reader JakLingko yang tersedia di passenger gate stasiun mulai 12 Oktober 2026.
Migrasi sistem pengetapan pembayaran tiket ini memperkuat integrasi transportasi publik bersama JakLingko.
"memberikan proses transaksi yang lebih cepat,"
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan tanpa hambatan, khususnya bagi pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik.
Ia menjelaskan, integrasi pembayaran ini juga memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan tarif integrasi, sesuai dengan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 773 Tahun 2022 tentang Besaran Tarif Layanan Angkutan Umum Massal.
Rendy menyampaikan, dalam ketentuan tersebut, pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik dapat dikenakan tarif maksimal Rp10.000 (per 3 jam dengan perjalanan lebih dari satu moda antara MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta BRT).
“Selain kemudahan tarif, integrasi sistem pembayaran melalui JakLingko diharapkan dapat memberikan proses transaksi yang lebih cepat dan meminimalkan potensi kendala saat tapping, sehingga mendukung pengalaman perjalanan pelanggan yang lebih nyaman,” ujarnya, Jumat (9/10).
Ia mengatakan, infrastruktur pembayaran JakLingko telah tersedia di 13 stasiun MRT Jakarta saat ini, dengan 186 Reader JakLingko dan 60 Balance Check Terminal (BCT).
Tercatat, 40,86 juta perjalanan atau 51,10 persen dari total perjalanan pelanggan MRT Jakarta menggunakan Gate JakLingko pada periode Januari 2025 hingga Agustus 2026. Sementara 5,82 juta perjalanan atau 7,28 persen menggunakan tarif integrasi.
Ia menambahkan, untuk jenis kartu lainnya, pelanggan tetap melakukan tapping pada perangkat yang sesuai, yaitu Kartu Single Trip MRT Jakarta pada Gate MRT Jakarta dan kartu EMV/contactless pada Reader EMV.
“Dengan penguatan integrasi ini, ke depannya MRT Jakarta terus mendorong terciptanya ekosistem transportasi publik yang semakin terintegrasi, inklusif, mudah digunakan, terjangkau, serta memberikan pengalaman perjalanan yang sempurna bagi seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.