Kamis, 15 Oktober 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 308
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Sebanyak 10 kelurahan dari lima kota dan satu kabupaten administratif di DKI Jakarta, Kamis (15/10), mengikuti tahap penjurian final Lomba Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera (Benyamin S) Award 2026 di Hotel Ascott Menteng, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (15/10).
Kesepuluh kelurahan yang masuk 10 besar ini, merupakan hasil seleksi penjurian yang dilaksanakan terhadap 52 kelurahan dari total 267 kelurahan di DKI Jakarta.
Menggerakkan semua potensi yang ada di masyarakat
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan, kegiatan tahun kedua ini semakin meriah dengan bertambahnya jumlah peserta.
Menurutnya, Benyamin S Award ini telah menjadi event yang ditunggu para lurah untuk menampilkan keunggulan masing-masing wilayah.
"Kelurahan tidak hanya basis terdepan penyelenggaraan pemerintahan. Pak Gubernur dan Wagub menyampaikan bahwa yang utama adalah bagaimana pemerintah kota sampai dengan kelurahan bisa menggerakkan semua potensi yang ada di masyarakat," katanya.
Sigit menegaskan, Benyamin S Award tidak hanya komparatif dalam kemajuan wilayah kelurahan, tapi juga menyoroti soal kebersihan, kenyamanan, keindahan, hingga teknologi terapan yang bisa dilakukan masyarakat.
Hasil penjaringan 10 finalis ini, menurut Sigit, menunjukkan obyektivitas juri dalam melakukan penilaian.
"Harapannya, perwujudan pencapaian Jakarta Kota Global dengan mengembangkan lurah sebagai urban estate manager, bisa diakselerasi lebih cepat dari target," tandasnya.
Sebagai informasi, 10 kelurahan yang menjadi finalis Lomba Benyamin S Award 2026 yakni, Kelurahan Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari dan Kelurahan Pulau Panggang.
Penilaian mencakup empat kategori Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera. Kategori Bersih menilai inovasi pengelolaan sampah, sanitasi, dan kampanye sadar lingkungan.
Kategori Nyaman mencakup keamanan, keteraturan, respons layanan publik, dan ruang ramah warga. Kategori Indah berfokus pada penataan ruang publik dan estetika lingkungan.
Sedangkan kategori Sejahtera meliputi pemberdayaan UMKM, layanan sosial, inklusi sosial dan partisipasi masyarakat.
Penjurian final melibatkan empat juri, yaitu Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Joga, Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia Endra S. Atmawidjaja, Dewan Pembina Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) Wicaksono Sarosa, serta Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna.