Kamis, 08 Oktober 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 216
(Foto: Istimewa)
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Muthmainah, optimistis satu dari tiga kelurahan di wilayahnya yang masuk 10 besar finalis ajang Benyamin S Award 2026, dapat meraih juara.
Tiga kelurahan wakil Jakbar yang masuk 10 besar lomba ini, yaitu Kelurahan Srengseng (Kecamatan Kembangan), Sukabumi Utara (Kecamatan Kebon Jeruk) dan Kelurahan Taman Sari (Kecamatan Taman Sari),
Masing-masing kelurahan menampilkan potensi berbeda
Dikatakan Iin, meski masing-masing kelurahan menampilkan potensi berbeda, namun ketiganya memiliki satu kesamaan, yaitu kerukunan di tengah keberagaman.
Karena itu, Ia optimistis ini menjadi point lebih dan ketiga kelurahan bisa berprestasi di Benyamin S Award tahun 2026.
"Ini menunjukkan keberagaman yang ada di Jakarta Barat, ditunjukkan dengan kerukunan dan juga dengan banyaknya interaksi serta aktivitas masyarakat yang muncul dari kearifan lokal," katanya, Kamis (8/10).
Dijelaskan Iin, Kelurahan Srengseng menampilkan Festival Hutan Kota Srengseng dalam menyambut tim juri.
Festival ini mencerminkan keterpaduan program yang terintegrasi, seperti gerakan pilah sampah, wisata edukasi, wisata konservasi hutan, pembelajaran lingkungan hidup dan juga aktivitas budaya Betawi.
Kemudian, Festival Wisata Global di Kampung Budaya Betawi Kelurahan Sukabumi Utara, menampilkan kehidupan masyarakat di wilayah itu sejak awal tradisi dari nenek moyang senang menanam.
"Tidak hanya untuk penghijauan, pengembangannya mereka memanfaatkan hasil tanaman buah, hias dan Toga untuk meningkatkan perekonomian," tuturnya.
Pengembangan urban farming oleh warga di Sukabumi Utara tidak hanya memanfaatkan lahan pekarangan dan taman, tapi juga area pemakaman tanah wakaf yang banyak terdapat di lingkungan mereka.
Lalu juga ada kearifan lokal, seperti silat cingkrik dan sanggar tari, serta beragam festival yang telah rutin digelar setiap tahun seperti Festival Bandeng Rawa Belong dan Festival Bunga.
"Di Sukabumi Utara ada juga pusat pasar bunga atau anggrek dan juga ikan cupang. Artinya memang ikon Jakarta Barat ikan cupang dan anggrek itu ada di Rawa Belong," tambahnya.
Selanjutnya, Festival Budaya Taman Sari yang menampilkan keanekaragaman etnis yang hidup rukun dan harmonis.
Kawasan Taman Sari, dikatakan Iin, memiliki jejak sejarah perkembangan Jakarta sejak era kolonial yang dihuni oleh multietnis tidak hanya dari dalam negeri tapi juga Asia dan Eropa.
Walaupun telah terpaut waktu yang panjang, keturunan etnis Tionghoa, Eropa, Gujarat, India, Arab serta berbagai etnis dari Indonesia, masih ada dan hidup harmonis di wilayah Taman Sari.
"Keberagaman tapi tetap mampu membangun kehidupan yang harmonis ini akan berdampak langsung meningkatkan kebahagian masyarakat dan angka harapan hidup mereka," tandasnya.