Rabu, 09 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 93
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Sebanyak 33 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengokupasi fasilitas umum (Fasum) di Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ditertibkan.
"Lingkungan yang nyaman dan aman"
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kecamatan Kebayoran Lama, Faisal Bahrudin mengatakan, penertiban dilakukan sebagai upaya menegakkan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
"Penindakan hari ini juga merupakan bagian dari Rabu Tertib yang rutin dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman," ujarnya, Rabu (9/9).
Faisal menjelaskan, penertiban PKL dilakukan di Jalan Baru dan Jalan Tengku Nyak Arief. Hasilnya, sebanyak 33 lapak PKL liar yang mayoritas digunakan untuk berjualan barang bekas ditertibkan.
Ia menuturkan, untuk memastikan proses penertiban berjalan lancar, sebanyak sekitar 75 personel gabungan dikerahkan.
"Mereka terdiri dari unsur Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta unsur terkait lainnya," terangnya.
Faisal menambahkan, seluruh perlengkapan atau barang milik pedagang yang berhasil diangkut dalam penertiban langsung dibawa ke gudang Satpol PP Jakarta Selatan untuk didata lebih lanjut.
Ia berharap, penertiban tersebut tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan serta fasilitas umum, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi pedagang agar tidak kembali melanggar ketentuan.
"Mudah-mudahan upaya kami ini bukan hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan dan fasilitas umum, namun juga memberikan efek jera bagi pedagang yang melanggar aturan," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Fauzi mengapresiasi upaya petugas gabungan dalam mengembalikan fungsi fasilitas umum, termasuk trotoar, sebagaimana mestinya.
"Pesan kami, petugas juga harus rutin berjaga atau patroli di lokasi agar kejadian pedagang liar mengokupasi trotoar tidak terjadi lagi," tandasnya.