Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

Jumat, 04 September 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 3102

TJ Kelola Angkutan Laut jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Anggota DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga menyambut positif layanan angkutan laut Transjakarta yang ditarget mulai beroperasi pada 2027 untuk memperkuat konektivitas transportasi warga di Kepulauan Seribu.

Menurut Pandapotan, pengalaman Transjakarta dalam mengelola transportasi publik menjadi modal menghadirkan layanan transportasi laut yang lebih terintegrasi. Namun, pengembangannya perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah Kepulauan Seribu.

"Meningkatkan layanan masyarakat di Pulau Seribu,"

"Prinsipnya kan mau meningkatkan layanan terhadap masyarakat di Pulau Seribu. Bagaimana supaya pelayanannya makin maksimal," ujar Pandapotan, Jumat (4/9).

Ia mendorong Transjakarta bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta segera mematangkan kajian dan persiapan teknis. Sejumlah aspek perlu diperhitungkan, mulai dari kondisi cuaca dan perairan, kebutuhan armada, fasilitas sandar, pola rute, hingga skema pengelolaan layanan.

Pandapotan juga mendukung penerapan konsep hub and spoke. Melalui skema ini, kapal berkapasitas besar melayani rute utama dari Jakarta menuju pulau tertentu, sementara kapal berukuran lebih kecil menjadi pengumpan yang menghubungkan pulau-pulau lainnya.

"Tidak semua kapal besar bisa sandar di pulau-pulau itu. Jadi, kapal besar bisa melayani dari Jakarta ke Pulau Seribu, kemudian kapal-kapal kecil melayani antarpulau," katanya.

Menurut dia, pola tersebut berpotensi memperluas akses mobilitas warga sekaligus membangun sistem transportasi Kepulauan Seribu yang lebih terintegrasi. Meski demikian, ia meminta, Transjakarta diberi waktu untuk menyelesaikan kajian secara matang.

"Kasih kesempatan dulu mengkaji. Kajian itu kan enggak seperti membalikkan telapak tangan," ucapnya.

Pandapotan optimistis target operasional pada 2027 dapat tercapai apabila kajian dan persiapan teknis dimatangkan sepanjang tahun ini. Adapun bentuk kelembagaan dan skema pengelolaan layanan dapat ditentukan berdasarkan hasil kajian.

Terkait opsi pembentukan anak perusahaan, ia menilai, skema tersebut tidak selalu berarti menambah beban operasional. Sebaliknya, anak perusahaan dapat membuat pengelolaan transportasi laut lebih fokus dan terspesialisasi.

"Enggak mungkin semua kegiatan harus di satu holding. Kalau bikin anak perusahaan enggak apa-apa. Malah makin terspesifikasi dan punya fokus kegiatan," katanya.

Ia juga membuka peluang tenaga operasional yang selama ini bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dishub untuk melanjutkan tugas dalam skema pengelolaan Transjakarta Laut.

"Bisa saja nanti karyawan-karyawan yang di UPT itu ditarik kalau sudah diserahkan ke Transjakarta dan dikelola Transjakarta," tandas Pandapotan.

BERITA TERKAIT
Kapal cepat dishub ist2 1

Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

Minggu, 30 Agustus 2026 1522

Kapal dishub pulau jati2 1

Pengelolaan Angkutan Laut Transjakarta Ditarget Juni 2027

Rabu, 02 September 2026 908

Ketua Bapemperda DPRD Abdul Aziz fakhri

Bapemperda Dorong Perluasan Kewenangan Transjakarta

Senin, 24 Agustus 2026 812

BERITA POPULER
Mikrotrans reza edit

Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

Jumat, 02 Oktober 2026 3248

Distribusi Benih Ikan Air Tawar anita

4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

Jumat, 02 Oktober 2026 2871

Klinik ilegal ditutup jakpus folmer

Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

Selasa, 06 Oktober 2026 1201

Mediasi pondok pinang tiyo

Camat Kebayoran Lama Pimpin Mediasi Persoalan Warga Pondok Pinang

Rabu, 07 Oktober 2026 578

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1618

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks