Jumat, 24 Juli 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 229
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 150 pelaku usaha pariwisata dari berbagai sektor mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Industri Pariwisata Tahun 2026 Tahap Kedua yang diselenggarakan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Utara di Ballroom Sunlake Waterfront Resort & Convention, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok.
"Bersih dan nyaman"
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman mengatakan, sektor pariwisata sangat bergantung pada aspek kenyamanan dan kepercayaan pengunjung. Untuk itu, sinergisitas antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci penting dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.
"Industri pariwisata memiliki multiplier effect yang luar biasa. Jika sebuah hotel, restoran, atau tempat wisata berkembang, maka ekonomi rakyat di sekitarnya, seperti pedagang kecil hingga kesejahteraan karyawan, juga akan ikut terangkat," ujarnya, Jumat (24/7).
Wawan menjelaskan, kegiatan Bimtek kali ini mengusung tema "Membangun Industri Pariwisata Tangguh dan Berkelanjutan: Pencegahan dan Penanggulangan Risiko Bahaya Narkoba dan Pemenuhan Komitmen Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta Pengelolaan Limbah Berkelanjutan".
Menurutnya, tema tersebut relevan dengan sejumlah isu krusial saat ini, terutama terkait pengelolaan lingkungan. Sejalan dengan Instruksi Gubernur mengenai gerakan pemilahan sampah, para pelaku usaha pariwisata diminta berperan aktif dalam mengurangi dan mengelola sampah dari tempat usahanya.
Hal tersebut dinilai penting mengingat kapasitas TPST Bantar Gebang semakin terbatas. Untuk itu, pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi salah satu upaya yang perlu dilakukan secara bersama-sama.
"Peran pelaku industri pariwisata dalam mengelola dan memilah sampah di tempat usahanya sangat penting agar Jakarta tetap bersih dan nyaman," terangnya.
Selain persoalan lingkungan, Wawan mengingatkan agara para pelaku usaha dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyalahgunaan Narkoba di lingkungan tempat hiburan dan pariwisata.
"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membina industri pariwisata agar tumbuh secara berkualitas, aman dari Narkoba, dan berkelanjutan secara lingkungan," ungkapnya.
Kepala Sudin Parekraf Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan angkatan kedua sekaligus penutup program Bimtek Industri Pariwisata untuk tahun anggaran 2026.
Sebanyak 150 peserta hadir mewakili berbagai jenis usaha dari enam kecamatan di Jakarta Utara. Mereka berasal dari sektor perhotelan, restoran, kafe, bar, diskotek, kelab malam, karaoke, rumah pijat, spa, hingga biliar.
"Bimtek ini adalah upaya bersama untuk memastikan industri pariwisata tumbuh secara kualitas demi mendukung Jakarta sebagai Kota Global," bebernya.
Restuning memaparkan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai perizinan berusaha berbasis risiko sektor nonindustri, pengelolaan limbah, perizinan minuman beralkohol, implementasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) pada sistem Online Single Submission (OSS), serta pencegahan bahaya Narkoba.
Sementara itu, salah satu peserta dari Fave Hotel Kelapa Gading, Danang Sandi mengaku terbantu dengan pelaksanaan Bimtek tersebut. Materi yang diberikan relevan dengan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan, khususnya terkait regulasi terbaru.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih memahami prosedur perizinan terbaru dan cara pengelolaan limbah. Pengetahuan tentang pencegahan narkoba juga sangat penting untuk menjaga citra positif hotel kami," tandasnya.