Komisi E Gandeng Tokoh Agama Atasi Narkoba hingga Kekerasan

Jumat, 24 Juli 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 181

Komisi E Gandeng Tokoh Agama Atasi Narkoba hingga Kekerasan

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki mengajak lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan (ormas) penerima hibah Pemprov DKI Jakarta berperan aktif membantu mengatasi berbagai persoalan sosial, mulai dari penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), hingga kekerasan terhadap perempuan.

Ajakan tersebut disampaikan Subki saat menggelar pertemuan dengan para ulama, pastor, pendeta, pimpinan lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, serta Baznas (Bazis) DKI Jakarta.

"Koordinasi sangat penting,"

Menurut Subki, lembaga keagamaan memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

"Kita ingin dana hibah dipergunakan untuk hal-hal yang prioritas, menyentuh kepentingan rakyat, dan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang kita hadapi. Karena lembaga-lembaga ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka koordinasi menjadi sangat penting," ujarnya, Jumat (24/7).

Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial. Sebab itu, dukungan seluruh elemen masyarakat seperti lembaga keagamaan sangat dibutuhkan.

"Kita minta bantuan mereka untuk ikut menyelesaikan persoalan seperti bullying, narkoba, hingga kekerasan terhadap perempuan. Kalau semua diserahkan kepada pemerintah tentu akan sangat berat. Kita ingin semua pihak bersama-sama menuntaskan persoalan tersebut," katanya.

Subki juga mengapresiasi komitmen para penerima hibah yang tetap siap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat meski alokasi dana hibah mengalami pengurangan.

Selain itu, Komisi E turut membahas program penebusan ijazah bagi siswa yang ijazahnya masih tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan. Menurut Subki, Baznas (Bazis) DKI Jakarta diharapkan terus melanjutkan program tersebut karena masih banyak siswa yang membutuhkan bantuan.

"Walaupun sudah sekitar 12 ribu ijazah yang berhasil ditebus, kebutuhannya masih banyak. Kita minta Baznas terus membantu agar anak-anak bisa mendapatkan ijazahnya sehingga dapat melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan," ungkapnya.

Ia juga mengimbau pihak sekolah agar lebih mengedepankan pendekatan yang humanis terhadap siswa yang masih memiliki tunggakan.

"Kalau memang tunggakannya terlalu besar dan keluarga hanya mampu membayar sebagian, ya dibantu. Jangan mempersulit dengan terus menahan ijazah. Berikan toleransi agar anak-anak bisa memperoleh haknya," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Dprd apreasi bukber pemprov ulama rezap

DPRD Apresiasi Bukber Pemprov DKI Bersama Ulama dan Tokoh Agama

Selasa, 17 Maret 2026 1392

Rano Karno saat memberikan keynote speech pada acara Dialog dan Silaturahmi Ulama dan Polri

Rano Karno Ajak Tokoh Agama Perkuat Sinergi Jaga Jakarta

Senin, 03 November 2025 934

Pramono Ajak Tokoh Agama Bangun Sinergi

Pramono Ajak Tokoh Agama Bangun Sinergi

Kamis, 07 Agustus 2025 1411

BERITA POPULER
Peresmian Open Top Tour Of Batavia otoy

Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

Kamis, 23 Juli 2026 848

IMG 20260720 WA0051

Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

Senin, 20 Juli 2026 1217

Reza dan Nadya Siap Promosikan Pariwisata Berkelanjutan Kepulauan Seribu

Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

Minggu, 19 Juli 2026 1185

Kebakaran pondok bambu

Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

Senin, 20 Juli 2026 941

Dishub lalin jpo tendean tiyo2

Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

Jumat, 17 Juli 2026 1287

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks