Selasa, 17 Maret 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 103
(Foto: Reza Pratama Putra)
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mengapresiasi kegiatan buka puasa bersama (bukber) yang diselenggarakan Pemprov DKI bersama para tokoh agama, ulama, hingga habaib di ibu kota.
Ia menyampaikan, kegiatan yang digelar di Balai Agung, Balai Kota Jakarta tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari alim ulama, kiai, habaib, hingga ustaz dari beragam organisasi keislaman di Jakarta.
"saya berikan apresiasi yang tinggi,"
“Alhamdulillah, hari ini dilaksanakan buka puasa bersama di Balai Agung dengan para alim ulama, kiai, habaib, dan ustaz dari berbagai organisasi keislaman. Ini saya berikan apresiasi yang tinggi,” ujar Khoirudin, Selasa (17/3).
Menurut Khoirudin, kehadiran para tokoh agama dalam satu forum menjadi kekuatan penting dalam menjaga kondusivitas ibu kota. Ia juga menyebut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jakarta.
“Di sini berkumpul para simpul masyarakat. Tadi juga disampaikan ajakan untuk menjaga Jakarta, karena ini menjadi kewajiban kita bersama,” katanya.
Khoirudin menilai, kegiatan ini dapat semakin memperkuat tali silaturahmi, ukhuwah, serta hubungan kebangsaan di tengah masyarakat.
“Saya mengapresiasi gubernur dan jajaran. Ini pertama kalinya bukber di Balai Agung bersama para ulama. Mudah-mudahan ke depan semakin mengeratkan hubungan antara ulama dan umara,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran penting ulama dalam kehidupan masyarakat Jakarta, termasuk dalam mendukung program pemerintah daerah.
Pemprov DKI, tambah Khoirudin, selama ini telah menunjukkan keberpihakan melalui dukungan anggaran untuk operasional tempat ibadah, seperti Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) dan kesejahteraan marbut.
“Keberpihakan Pemda DKI cukup signifikan. Program BOTI dan dukungan untuk marbut sudah berjalan lama dan dianggarkan dalam APBD,” jelasnya.
Khoirudin menegaskan, dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada masjid, tetapi juga kepada seluruh tempat ibadah lintas agama, seperti gereja, vihara, dan lainnya.
“Semua tempat ibadah umat beragama mendapatkan perhatian. Ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan,” tandasnya.
Ia berharap, ke depan layanan bantuan operasional tempat ibadah dapat semakin diperluas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan ke depan layanan BOTI semakin masif,” tandasnya.