Kamis, 18 Juni 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 121
(Foto: Folmer)
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, secara simbolis melepas 775 petugas sensus ekonomi yang akan melakukan pendataan di delapan kecamatan, Kamis (18/6).
Menurut Arifin, hasil data yang dihimpun ratusan petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat penting untuk merumuskan arah pembangunan nasional ke depan.
"Sensus ekonomi dilakukan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus"
"Sensus ekonomi dilakukan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus.Perlu dukungan semua pihak untuk membantu petugas sensus menghimpun data ekonomi di lapangan," ujar Arifin.
Arifin juga mengintruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayahnya untuk membantu petugas sensus mengakses beberapa lokasi seperti perhotelan, perkantoran maupun rumah susun atau apartemen.
'Saya juga minta petugas sensus ramah dan murah senyum menghadapi berbagai kondisi warga dari berbagai latar belakang saat menunaikan tugas, agar dapat gambaran kondisi ekonomi secara akurat," paparnya.
Kepala BPS Kota Jakarta Pusat, Undich Sadewo Sunu menjelaskan, 775 petugas yang dikerahkan terdiri 668 pendataan lapangan dan 88 pengawas.
"Secara umum sensus ekonomi dilakukan untuk mendapatkan informasi usaha di Jakarta Pusat dan se Indonesia. Serta kondisi sosial ekonomi warga juga ikut direkam saat melakukan pendataan door to door," jelasnya.
Ia menambahkan, sensus ekonomi yang digelar serentak seluruh Indonesia bertujuan mendapatkan gambaran utuh perekonomian dengan dinamika kehidupan masyarakat.
'Serta potret sosial ekonomi keluarga diperoleh sehingga pemerintah dapat menyusun perencanaan, evaluasi arah pembangunan dengan menggunakan data ekonomi terkini sehingga intervensi yang dilakukan lebih presisi," tandasnya.