Senin, 03 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 184
(Foto: Anita Karyati)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Senin (3/8), menggelar program konservasi bertajuk 'Sabira Green and Digital Lighthouse Island' di Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara. Program ini bertujuan menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
Lurah Pulau Harapan, Muhammad Nuralim mengatakan, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha kecil, menengah (UKM).
Aktivitas penangkapan ikan lebih efektif dan ramah lingkungan
Menurutnya, bantuan berupa rumpon konservasi dan transplantasi terumbu karang menjadi solusi dalam menjaga kelestarian laut sekaligus mendukung aktivitas penangkapan ikan.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PLN terhadap lingkungan dan masyarakat nelayan di Pulau Sabira. Bantuan ini menjadi bentuk dukungan nyata dalam menjaga kelestarian laut, sekaligus membuat aktivitas penangkapan ikan lebih efektif dan ramah lingkungan,” ujarnya, Senin (3/8).
Nuralim menjelaskan, keberadaan rumpon juga mampu menekan biaya operasional nelayan. Jika sebelumnya nelayan membutuhkan sekitar 30 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk sekali melaut, kini konsumsi BBM dapat ditekan menjadi sekitar 10 liter karena lokasi rumpon telah ditentukan secara terukur.
Selain mendukung sektor perikanan, program ini juga berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat. Pemuda Karang Taruna mendapatkan pelatihan sebagai pemandu ekowisata, sedangkan pelaku UKM memperoleh pendampingan dalam modernisasi pengolahan hasil laut.
“Kami mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui metode Trainers Create Trainers. Kami berharap edukasi konservasi dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Jakarta Raya, Andy Adchaminoerdin menilai, keberhasilan program yang telah berjalan sejak 2022 ini merupakan hasil kolaborasi pihaknya dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Selama pelaksanaannya, jelas Andy, pihaknya telah menanam 2.000 bibit Mangrove serta melakukan transplantasi 1.600 bibit terumbu karang di kawasan Pulau Sabira.
Dikatakan Andy, keberhasilan program ini terlihat dari tumbuhnya kemandirian pemuda Karang Taruna Pulau Sabira sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan.
"Kami berharap model konservasi terintegrasi ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain,” ungkapnya.
Dia menegaskan, keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi warga dalam menjaga fasilitas dan ekosistem yang telah dibangun.
“Harapan kami, masyarakat dapat terus merawat ekosistem yang telah dipulihkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang,” tandasnya.