Kamis, 21 Mei 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 161
(Foto: Folmer)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengapresiasi PT HM Sampoerna yang terus berkomitmen memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya toko kelontong yang tergabung ekosistem Toko Kelontong SRC (Sampoerna Retail Community)
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto mengatakan, sebanyak 12 ribu pelaku UMKM yang tergabung melalui toko kelontong SRC menjadi salah satu pilar ekonomi yang sangat kokoh di Jakatta.
Tanpa peran serta toko kelontong SRC tidak mungkin ekonomi Jakarta bisa tumbuh cukup besar. Daya tahan ekonomi yang kuat ini ditopang oleh aktivitas perdagangan, investasi dan bergeraknya sektor UMKM
Hal ini dibuktikan dengan angka pertumbuhan ekonomi di Jakarta mencapai 5,59 persen sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
"Tanpa peran serta toko kelontong SRC tidak mungkin ekonomi Jakarta bisa tumbuh cukup besar. Daya tahan ekonomi yang kuat ini ditopang aktivitas perdagangan, investasi dan bergeraknya sektor UMKM," kata Uus, saat menghadiri peringatan HUT ke 18 SRC dan pemeriksaan kesehatan gratis 500 pelaku usaha di hotel Borobudur, Kamis (21/5).
Ia mengungkapkan, Pemprov DKI juga mengajak para pelaku usaha untuk terus berkolaborasi melalui program seperti Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) agar saling bersinergi.
Uus juga meminta pemilik toko kelontong SRC di Jakarta terus semangat bebenah, adaptif terhadap teknologi serta siap bersaing dengan menjamurnya ritel modern.
"Toko yang rapi, bersih, dan terang bukan hanya membuat pelanggan nyaman, melainkan menjadi cerminan toko kelontong yang semakin modern dan terpercaya," ucapnya.
"Semoga ke depan kerja sama dan sinergi antara PT SRC, Pemprov DKI, serta para stakeholder dapat terus berlanjut demi meningkatkan kualitas hidup pelaku UMKM di Indonesia," lanjut Uus.
Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Yonathan, menjelaskan bahwa Sampoerna akan selalu berkomitmen memberikan pendampingan yang berkelanjutan bagi para pemilik toko SRC.
Pendampingan tersebut, jelasnya, mencakup pengelolaan toko, manajemen produk, pelayanan konsumen, hingga adaptasi teknologi digital melalui ekosistem aplikasi 'AYO by SRC'.
"Kami juga mendorong mereka untuk terus berkolaborasi melalui wadah paguyuban agar saling berbagi best practices, serta memajukan Pojok Lokal untuk membantu memasarkan produk UMKM dari masyarakat sekitar," tandasnya.