Senin, 18 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 202
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta mendukung kolaborasi Pemprov DKI melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) bersama sektor swasta dalam meluncurkan platform Gang Dagang guna mempercepat transformasi digital UMKM di ibu kota.
Plt Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Roes Dina Martha mengatakan, Jakarta memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional yang didukung tingkat daya saing digital lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.
"Jakarta pegang peran penting,"
“Provinsi Jakarta ini memang memegang peran penting dalam perekonomian nasional. Dan tentunya peran kita itu didukung dengan pemanfaatan teknologi dalam perluasan ekosistem digital,” ujar Roes Dina, Senin (18/5).
Ia menjelaskan, berbagai indikator menunjukkan Jakarta unggul dalam transformasi digital, mulai dari Digital Competitiveness Index, Indeks Masyarakat Digital Indonesia, hingga Local Online Service Index (LOSI) yang berada di atas rata-rata kota global lainnya.
Selain itu, transaksi digital melalui QRIS di Jakarta juga terus mengalami pertumbuhan signifikan.
“Frekuensi transaksi QRIS di Provinsi DKI Jakarta pada triwulan I 2026 secara kumulatif tumbuh signifikan sebesar 141,81 persen,” katanya.
Menurut dia, capaian tersebut menyumbang 38,67 persen terhadap total transaksi QRIS nasional. Sebab itu, BI DKI Jakarta optimistis platform Gang Dagang dapat memperkuat ekosistem digital UMKM melalui pemanfaatan teknologi pembayaran digital dan peningkatan literasi keuangan.
Di sisi lain, Roes Dina menilai, konsep gamifikasi yang diusung platform tersebut menjadi pendekatan baru yang relevan bagi generasi muda, khususnya Gen Z.
“Menurut kami, pendekatan gamifikasi ini adalah sesuatu yang baru dan sangat relevan dengan Gen Z,” ungkapnya.
Ia berharap, Gang Dagang dapat membantu UMKM meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan, memperluas penggunaan pembayaran digital QRIS, serta membuka akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Selain itu, BI DKI Jakarta juga mengapresiasi kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan otoritas dalam mendukung pemberdayaan UMKM.
“Ke depan, kami berharap inisiatif semacam ini terus berlanjut dan dapat berkontribusi dalam akselerasi digitalisasi UMKM, perluasan ekosistem pembayaran, serta penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing,” tandasnya.