Kamis, 07 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 277
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Percepatan Penyerahan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum) DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua memastikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Fasos-Fasum untuk mempercepat pengumpulan data dan penelusuran perizinan terkait kewajiban pengembang.
Menurutnya, langkah ini diambil karena hingga tiga kali rapat sebelumnya, data yang dibutuhkan belum terkumpul secara lengkap dan komprehensif. Padahal, data tersebut menjadi dasar penting bagi Pansus untuk bergerak tepat sasaran.
"Kita ingin melakukan yang terbaik,"
“Pansus ini ingin bergerak cepat dan tepat. Untuk itu, kita butuh data yang konkret dan jelas, bukan sekadar asumsi,” ujar Inggard, Kamis (7/5).
Ia menjelaskan, Satgas akan melibatkan unsur eksekutif dari berbagai instansi, seperti Asisten Pembangunan, Asisten Perekonomian, Inspektorat, Biro Hukum, hingga perwakilan wali kota.
Setiap instansi, lanjut dia, diminta mengirimkan perwakilan untuk duduk bersama dalam Satgas guna menelisik seluruh proses perizinan, baik dari awal hingga tahap akhir.
Selain itu, data juga akan diklasifikasikan secara lebih rinci, mulai dari kategori pengembang besar, menengah, hingga kecil, serta dibedakan antara pihak swasta dan pemerintah. Dengan pemetaan tersebut, Pansus dapat menentukan langkah strategis selanjutnya.
“Ketika turun ke lapangan, kita harus membawa data lengkap. Tujuannya jelas, agar kehadiran kita benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Inggard menegaskan, masyarakat berhak mendapatkan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak saat membeli hunian dari pengembang, termasuk kondisi jalan yang baik serta prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah.
Adapun Satgas yang dibentuk ini diberi nama Satgas Fasos-Fasum dan terdiri dari perwakilan lintas instansi. Inggard sendiri tidak masuk dalam struktur Satgas, melainkan berperan sebagai pimpinan yang mengarahkan kerja tim.
“Satgas ini bukan hanya dari Pansus, tapi juga dari eksekutif agar datanya solid dan bisa saling terverifikasi,” jelasnya.
Ia optimistis dengan pembentukan Satgas tersebut, kinerja Pansus dapat lebih optimal dalam mengejar target percepatan penyerahan fasos-fasum.
“Insya Allah kita ingin melakukan yang terbaik, baik untuk pemerintah daerah maupun masyarakat,” tandasnya.