Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

Senin, 20 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 1835

IMG 20260720 WA0051

(Foto: Istimewa)

Lahan tidur seluas sekitar 700 meter persegi di RT 01/12, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur kini dibuat menjadi area urban farming yang produktif. 

"Memberikan manfaat"

Lahan berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL) 1 Perum Perumnas yang sebelumnya dipenuhi sampah dan terbengkalai tersebut ditata oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama warga menjadi ruang hijau yang bermanfaat.

Lurah Malaka Jaya, Eko Purnomo Asih mengatakan, kondisi lahan sebelumnya tidak terawat dan kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar sehingga menimbulkan kesan kumuh di lingkungan permukiman.

"Melalui kolaborasi petugas PPSU dan warga, lahan yang sebelumnya terbengkalai kini dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai area urban farming sehingga menjadi lebih hijau, bersih, dan produktif," ujarnya, Senin (20/7).

Eko menjelaskan, sebanyak empat Pasukan Oranye dikerahkan setiap hari untuk melakukan penataan dan perawatan area urban farming setelah menyelesaikan tugas utama di wilayah kerja masing-masing.

Berbagai jenis tanaman sudah dibudidayakan di lokasi tersebut, mulai dari tanaman obat keluarga hingga sayuran, seperti lidah buaya, jahe, kunyit, cabai, dan terong. Dalam waktu dekat, lahan itu juga akan ditanami labu Jepang. 

"Saat ini juga sedang melakukan pengolahan dan penggemburan tanah sebagai persiapan penanaman," terangnya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur menjadi area pertanian perkotaan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan kawasan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua RW 12, Kelurahan Malaka Jaya, Sudarso mengapresiasi upaya pihak Kelurahan Malaka Jaya, khususnya petugas PPSU yang berhasil menghidupkan kembali lahan tidur menjadi kawasan urban farming.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi upaya pengolahan lahan tidur ini. Semoga keberadaan urban farming dapat dimanfaatkan bersama oleh warga dan unsur kelurahan untuk bercocok tanam," ungkapnya.

Sudarso menuturkan, kawasan tersebut sebenarnya pernah dimanfaatkan sebagai lokasi kelompok tani sejak 2017. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti sehingga lahan kembali terbengkalai.

"Melalui penataan yang dilakukan petugas PPSU, lahan ini kembali difungsikan sebagai area urban farming. Kami berharap keberadaannya dapat terus dijaga dan dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Urban Farming RPTRA Manuver Panen 25 Kilogram Golden Melon

Urban Farming RPTRA Manuver Panen 25 Kilogram Golden Melon

Jumat, 17 Juli 2026 656

Kpkp jaktim Festival Urban Farming DKI 2026 nur

Jakarta Timur Berprestasi di Festival Urban Farming 2026

Senin, 06 Juli 2026 877

1000387503

Pelaku Urban Farming Dikenalkan Budi Daya Tanaman Pangan Pendamping Beras

Kamis, 25 Juni 2026 912

BERITA POPULER
TJ Kelola Angkutan Laut jati

Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

Jumat, 04 September 2026 1769

Water mist rasuna said tiyo

Sudin LH Jaksel Semprot Water Mist di Dua Ruas Jalan

Jumat, 04 September 2026 939

CKG Terintegrasi Tracing TB jaksel otoy

Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

Selasa, 01 September 2026 1399

2.200 Lansia Ikuti Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jaktim

Lansia di Jaktim Dimotivasi Terapkan Pola Hidup Sehat dan Produktif

Kamis, 03 September 2026 898

Kapal cepat dishub ist2 1

Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

Minggu, 30 Agustus 2026 1269

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks