Pemprov DKI Bidik Pasar Timur Tengah Melalui Seminar Pariwisata di Yordania

Rabu, 22 Juli 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 458

IMG 20260721 WA0104

(Foto: Istimewa)

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ‘Seminar Pariwisata Indonesia’ yang diselenggarakan oleh KBRI Amman. Kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan pariwisata dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara khususnya asal Yordania.

Acara yang mengusung tajuk kegiatan tentatif ‘Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026’ ini difokuskan pada promosi destinasi wisata DKI Jakarta dan Jawa Barat berlangsung pada 19 hingga 23 Juli 2026 di Hotel Signia by Hilton Amman, Yordania.

"pengalaman wisata maupun perjalanan bisnis yang berkesan,"

Dalam kegiatan ini, delegasi dari Jakarta diwakili langsung oleh Disparekraf Provinsi DKI Jakarta bersama dengan IINTOA (Indonesia Inbound Tour Operators Association). Kehadiran IINTOA turut membawa representasi dari para pelaku industri pariwisata, yaitu Marintur Indonesia, Fokus Indonesia Tours, dan Nuansa Mandiri Tours.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata menyatakan optimisme terhadap partisipasi Jakarta dalam ajang promosi wisata di Yordania ini.

Ia mengatakan, langkah strategis ini merupakan momen yang tepat untuk memperkenalkan wajah Jakarta secara komprehensif kepada pasar Timur Tengah.

Terlebih, Jakarta saat ini memiliki keunggulan kompetitif yang sangat kuat melalui kesiapan infrastruktur pariwisata dan fasilitas MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) yang modern dan berstandar internasional.

“Ditambah dengan integrasi transportasi publik yang kian memadai, Jakarta siap memberikan kenyamanan ekstra dan kemudahan mobilitas bagi wisatawan Yordania. Kami optimistis perpaduan wisata budaya, kuliner, dan Muslim-friendly tourism di Jakarta akan memberikan pengalaman wisata maupun perjalanan bisnis yang berkesan,” ujarnya, Rabu (22/7).

Dikatakan Andhika, keikutsertaan Jakarta didasarkan pada tren positif kunjungan wisatawan asal Yordania ke Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan konsisten dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) RI, angka kunjungan tercatat meningkat dari 7.632 orang pada tahun 2024 menjadi 9.466 orang pada tahun 2025. Saat ini, Yordania merupakan negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia dari wilayah Levant jika dibandingkan dengan negara lainnya seperti Lebanon, Suriah, dan Palestina.

Oleh karena itu, pasar Yordania yang merupakan small but high-quality emerging market dipandang memiliki potensi besar untuk mendiversifikasi profil wisatawan yang datang ke Indonesia.

Wisatawan Yordania yang berkunjung ke Indonesia saat ini didominasi oleh segmen menengah ke atas, khususnya untuk tipe pelancong honeymooners dan family trip.

"Untuk menangkap peluang tersebut, Jakarta menawarkan pengalaman wisata yang komprehensif melalui perpaduan wisata belanja, hiburan, apresiasi seni dan budaya, hingga ragam kuliner yang mengedepankan pariwisata ramah Muslim (Muslim-friendly tourism)," katanya.

Kepala Bidang Pemasaran Disparekraf Provinsi DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menekankan pentingnya langkah taktis dalam membidik segmen wisata Timur Tengah ini.

Menurutnya, kehadiran Pemprov DKI Jakarta bersama delegasi IINTOA di Amman merupakan ujung tombak dari strategi penetrasi untuk pasar kami di Amman, Yordania.

Ia menambahkan, melalui agenda business matching dan sesi table top, target utama delegasi adalah menciptakan transaksi Business-to-Business (B2B) yang konkret dan berkelanjutan antara pelaku industri Jakarta dengan mitra strategis di Yordania.

“Kami melihat ada kesesuaian yang sangat tinggi antara preferensi wisatawan Yordania yang mencari paket perjalanan eksklusif untuk family trip dan honeymooners, dengan portofolio produk pariwisata premium yang dimiliki Jakarta,” ucapnya.

Acara puncak seminar pariwisata diselenggarakan pada 20 Juli 2026 yang diisi dengan presentasi potensi destinasi oleh delegasi DKI Jakarta, dilanjutkan dengan sesi table top dan pameran booth. Selanjutnya, delegasi difasilitasi untuk melakukan kegiatan business matching secara langsung pada 21 Juli 2026.

Keikutsertaan dalam rangkaian acara ini diharapkan mampu memperkuat jejaring strategis dengan agen perjalanan, industri hospitality, dan media massa di Yordania, sekaligus mendorong tercapainya kerja sama B2B (Business-to-Business) serta pengembangan paket wisata bersama untuk semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi Muslim-friendly yang aman dan nyaman.

BERITA TERKAIT
Disparekraf Kenalkan Potensi Wisata Bahari Kepulauan Seribu kepada Masyarakat Global

Disparekraf Kenalkan Potensi Wisata Bahari Kepulauan Seribu kepada Masyarakat Global

Selasa, 21 Juli 2026 410

Disparekraf Latih Tenaga Kebersihan Sesuai Standar Kompetensi Industri Pariwisata

Disparekraf Latih Tenaga Kebersihan Sesuai Standar Industri Pariwisata

Jumat, 26 Juni 2026 403

Sertifikasi FnB ist

Disparekraf Gelar Sertifikasi Food and Beverage Standar ASEAN

Selasa, 23 Juni 2026 498

BERITA POPULER
Perlintasan kereta dok 1

Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

Kamis, 16 Juli 2026 2088

IMG 20260720 WA0051

Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

Senin, 20 Juli 2026 963

Reza dan Nadya Siap Promosikan Pariwisata Berkelanjutan Kepulauan Seribu

Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

Minggu, 19 Juli 2026 976

Kebakaran pondok bambu

Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

Senin, 20 Juli 2026 781

IMG 20260721 WA0104

Pemprov DKI Bidik Pasar Timur Tengah Melalui Seminar Pariwisata di Yordania

Rabu, 22 Juli 2026 459

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks