Minggu, 26 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 145
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menggelar peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
"Kesiapsiagaan secara sistematis"
Mengusung tema "Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana" dengan tagline #SiapUntukSelamat, kegiatan yang memanfaatkan momentum Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan pelajar dan relawan.
Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Jakarta sebagai ibu kota dan pusat aktivitas nasional dinilai rawan terhadap berbagai potensi bencana, seperti banjir, kebakaran perkotaan, dan gempa bumi.
"Kondisi ini menuntut kita tidak hanya responsif saat terjadi bencana, tetapi juga mampu memperkuat kesiapsiagaan secara sistematis dan berkelanjutan. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi bencana," ujarnya, Minggu (26/4).
Marulitua menjelaskan, peringatan HKB 2026 dimonitor secara serentak di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan berada di Provinsi Aceh. Komitmen kesiapsiagaan tersebut disimbolisasikan di Jakarta melalui pemukulan kentongan dan penyalaan sirene bersama masyarakat.
"Saya meminta agar kolaborasi pentaheliks dalam penanggulangan bencana terus dilanjutkan dan diperluas, serta memastikan setiap kegiatan kebencanaan memiliki tindak lanjut yang nyata dan terukur," terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta, Parulian Tampubolon menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi lintas sektor yang melibatkan belasan organisasi perangkat daerah (OPD) di DKI Jakarta serta 22 lembaga dan mitra kebencanaan, antara lain Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB), DMC Dompet Dhuafa, MDMC DKI, Rumah Zakat, NextGen, PT United Tractors, dan PLN.
"Rangkaian acara diisi dengan kampanye, sosialisasi, edukasi mitigasi, hingga berbagai aktivitas interaktif, seperti permainan kebencanaan," bebernya.
Ia menuturkan, daya tarik utama pada HKB tahun ini adalah kehadiran mobil simulator gempa bumi yang dapat dicoba langsung oleh masyarakat, termasuk anak-anak, di sekitar panggung Bundaran HI.
Berbagai aktivitas interaktif tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat secara sederhana dan aplikatif.
"Pendekatan ini dilakukan agar pesan kesiapsiagaan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat dengan lebih efektif dan mudah dipahami," tandasnya.