Selasa, 27 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 260
(Foto: Nugroho Sejati)
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz mengapresiasi penerbitan Surat Edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 9/SE/2026 tentang pelaksanaan pembelajaran akibat cuaca ekstrem di satuan pendidikan di lingkungan Provinsi DKI Jakarta.
"fokus menjaga dan mengawasi keluarganya,"
Ia pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda ibu kota dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami apresiasi adanya edaran terkait kondisi cuaca ekstrem ini, termasuk pemberian kesempatan kepada lembaga pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), agar anak-anak kita tidak menjadi korban banjir,” ujarnya, Selasa (27/1).
Aziz meminta warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada kepentingan mendesak selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.
“Masyarakat sebaiknya tetap di rumah seperti mengikuti PJJ, sehingga bisa lebih fokus menjaga dan mengawasi keluarganya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Aziz mendorong Pemprov DKI untuk mengambil langkah-langkah khusus, tidak hanya dalam penanggulangan banjir, tetapi juga dalam mengantisipasi dampak sosial yang dirasakan masyarakat.
Menurut Aziz, Pemprov DKI perlu menyiapkan alokasi dana khusus untuk menangani dampak cuaca ekstrem, mengingat banjir kini berpotensi terjadi di wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak terdampak.
“Wilayah yang sudah terbiasa banjir biasanya lebih siap. Tapi bagi warga yang tidak biasa kebanjiran, kondisi ini tentu bisa menimbulkan tekanan dan stres,” katanya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menerbitkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Jakarta pada 26 Januari hingga 1 Februari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan genangan.
BPBD DKI menegaskan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca ekstrem. Warga diimbau menyiapkan perlengkapan darurat, memantau informasi tinggi muka air secara berkala, serta mengikuti perkembangan cuaca dari sumber resmi. Selain itu, layanan darurat call center Jakarta Siaga 112 disiagakan selama 24 jam.