Pemprov DKI Prioritaskan Kesejahteraan Pedagang dalam Penataan Pasar

Rabu, 22 Oktober 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 719

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

(Foto: Nugroho Sejati)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, setiap proyek pembangunan di Jakarta, termasuk relokasi pasar, harus selalu disertai dengan penanganan dampak sosial yang baik.

"Dampak sosial itu harus tertangani secara baik,"

Hal ini disampaikan Pramono menanggapi proses pemindahan pedagang eks-Pasar Barito ke Sentra Fauna Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Dalam setiap kita membangun, pasti ada dampak sosialnya. Nah, dampak sosial itu harus tertangani secara baik," ujar Pramono, di Kantor BPKP, Jakarta Timur, Rabu (22/10).

Pramono menjelaskan, proses relokasi pedagang eks-Pasar Barito telah berjalan. Menurutnya, para pedagang juga sudah melihat lokasi baru tersebut. Bahkan, kata dia, pedagang yang bersedia pindah ke lokasi baru sudah memilih kios.

Pramono menyebut, upaya pendekatan yang sama juga akan diterapkan di tempat lainnya, yakni dengan mengutamakan kepentingan para pedagang.

"Dengan cara itu pasti saya lakukan untuk di tempat lain, karena memanusiakan orang yang memang mencari pekerjaan itu penting banget. Itu yang saya lakukan," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, serta Satpol PP DKI Jakarta, melaksanakan tugas penyampaian Surat Peringatan Ketiga (SP-3) kepada para pedagang eks Lokasi Sementara (Loksem) yang masih menempati area penataan di Taman Langsat, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, pada Selasa (21/10).

Langkah ini merupakan bagian dari proses penataan kawasan yang telah berlangsung secara bertahap, sekaligus menjadi batas waktu terakhir bagi para pedagang untuk membongkar dan mengosongkan lokasi usaha secara mandiri.

Berdasarkan Surat Tugas Sekretaris Kota Jakarta Selatan Nomor 1017/KG.11.00, tim gabungan menyampaikan SP-3 kepada pedagang eks Loksem JS 25, 26, 30, dan 96 yang berada di area tersebut.

Penataan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terpadu bernama Taman Bendera Pusaka. Kawasan ini akan menggabungkan tiga taman di sekitarnya menjadi ruang publik yang lebih hijau, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Area yang selama ini digunakan para pedagang eks Barito termasuk dalam zona pengembangan RTH tersebut.

BERITA TERKAIT
Sejumlah kios di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung

Keuntungan Pedagang Pasar Barito Pindah ke Sentra Fauna

Kamis, 16 Oktober 2025 869

Suasana jual-beli di kios sayur-sayuran dan daging Pasar Kebayoran Lama

Pemprov DKI Komitmen Berantas Praktik Mafia Kios Pedagang Pasar

Jumat, 17 Oktober 2025 1199

Prosedur Pemindahan Pedagang Pasar Barito

Prosedur Pemindahan Pedagang Pasar Barito ke Sentra Fauna Kembali Dilakukan

Rabu, 15 Oktober 2025 1186

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

Pramono Sebut Dana Mengendap untuk Pembayaran Proyek Akhir Tahun

Rabu, 22 Oktober 2025 748

Bundaran HI, Jakarta

Peringkat Kota Global Jakarta Naik Jadi ke-71 Dunia

Rabu, 22 Oktober 2025 1370

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2362

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2406

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1728

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 993

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1780

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks