Pemprov DKI Prioritaskan Kesejahteraan Pedagang dalam Penataan Pasar

Rabu, 22 Oktober 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 947

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

(Foto: Nugroho Sejati)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, setiap proyek pembangunan di Jakarta, termasuk relokasi pasar, harus selalu disertai dengan penanganan dampak sosial yang baik.

"Dampak sosial itu harus tertangani secara baik,"

Hal ini disampaikan Pramono menanggapi proses pemindahan pedagang eks-Pasar Barito ke Sentra Fauna Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Dalam setiap kita membangun, pasti ada dampak sosialnya. Nah, dampak sosial itu harus tertangani secara baik," ujar Pramono, di Kantor BPKP, Jakarta Timur, Rabu (22/10).

Pramono menjelaskan, proses relokasi pedagang eks-Pasar Barito telah berjalan. Menurutnya, para pedagang juga sudah melihat lokasi baru tersebut. Bahkan, kata dia, pedagang yang bersedia pindah ke lokasi baru sudah memilih kios.

Pramono menyebut, upaya pendekatan yang sama juga akan diterapkan di tempat lainnya, yakni dengan mengutamakan kepentingan para pedagang.

"Dengan cara itu pasti saya lakukan untuk di tempat lain, karena memanusiakan orang yang memang mencari pekerjaan itu penting banget. Itu yang saya lakukan," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, serta Satpol PP DKI Jakarta, melaksanakan tugas penyampaian Surat Peringatan Ketiga (SP-3) kepada para pedagang eks Lokasi Sementara (Loksem) yang masih menempati area penataan di Taman Langsat, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, pada Selasa (21/10).

Langkah ini merupakan bagian dari proses penataan kawasan yang telah berlangsung secara bertahap, sekaligus menjadi batas waktu terakhir bagi para pedagang untuk membongkar dan mengosongkan lokasi usaha secara mandiri.

Berdasarkan Surat Tugas Sekretaris Kota Jakarta Selatan Nomor 1017/KG.11.00, tim gabungan menyampaikan SP-3 kepada pedagang eks Loksem JS 25, 26, 30, dan 96 yang berada di area tersebut.

Penataan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terpadu bernama Taman Bendera Pusaka. Kawasan ini akan menggabungkan tiga taman di sekitarnya menjadi ruang publik yang lebih hijau, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Area yang selama ini digunakan para pedagang eks Barito termasuk dalam zona pengembangan RTH tersebut.

BERITA TERKAIT
Sejumlah kios di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung

Keuntungan Pedagang Pasar Barito Pindah ke Sentra Fauna

Kamis, 16 Oktober 2025 1300

Suasana jual-beli di kios sayur-sayuran dan daging Pasar Kebayoran Lama

Pemprov DKI Komitmen Berantas Praktik Mafia Kios Pedagang Pasar

Jumat, 17 Oktober 2025 1682

Prosedur Pemindahan Pedagang Pasar Barito

Prosedur Pemindahan Pedagang Pasar Barito ke Sentra Fauna Kembali Dilakukan

Rabu, 15 Oktober 2025 1392

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

Pramono Sebut Dana Mengendap untuk Pembayaran Proyek Akhir Tahun

Rabu, 22 Oktober 2025 1035

Bundaran HI, Jakarta

Peringkat Kota Global Jakarta Naik Jadi ke-71 Dunia

Rabu, 22 Oktober 2025 2169

BERITA POPULER
Pesta rakyat hut dijakut doc

Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

Jumat, 07 Agustus 2026 727

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 1039

Urban Farming Rudin Lurah Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Selasa, 04 Agustus 2026 893

1785757954269

Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 876

IMG 20260803 WA0088

Konservasi Pulau Sabira Perkuat Ekosistem Laut dan Kesejahteraan Nelayan

Senin, 03 Agustus 2026 849

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks