Ahok Akan Penjarakan Pembuang Limbah di Kali Mookervart

Kamis, 09 April 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 9698

Ahok Perintahkan Camat Tanggap Tangan Pabrik Nakal

(Foto: Reza Hapiz)

Kali Mookervart, Kelurahan Cengkareng, Jakarta Barat, sejak lama airnya hitam dan mengalami pendangkalan. Selain karena sampah, hitamnya air kali juga karena buangan limbah pabrik. Kondisi ini membuat warga setempat kesal dan mengadukan ulah pemilik pabrik nakal tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sedang melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.

Langsung saya minta Pak Kukuh (Kasatpol PP), camat, lurah, intai dan tangkap tangan. Itu bisa denda miliaran mereka. Kita penjarakan itu

Mendengar keluhan tersebut, Basuki langsung memerintahkan camat dan lurah setempat untuk melakukan tangkap tangan kepada pemilik pabrik. Dirinya pun menyindir pejabat yang berani tangkap tangan, berarti tidak menerima sogokan dari pabrik nakal tersebut. Sebab, limbah yang dibuang ke kali berbahaya dan mengandung bahan kimia.

"Tadi dapat aduan kalau saat banjir datang pabrik-pabrik di sekitar Kali Mookervart itu punya kesempatan untuk membuang limbahnya agar tidak ketahuan," kata Basuki, usai meninjau Kali Mookervart dan Kali Sekretaris, Jakarta Barat, Kamis (9/4).

Ahok meminta camat dan lurah untuk koordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penertiban pabrik yang buang limbah. Pabrik yang membuang limbah ke sungai, katanya, bisa didenda hingga miliaran rupiah dan dipidanakan.

"Langsung saya minta Pak Kukuh (Kasatpol PP), camat, lurah, intai dan tangkap tangan. Itu bisa denda miliaran mereka. Kita penjarakan itu," ucapnya.

Ditegaskan Ahok, jika pejabat yang bersangkutan tidak segera menertibkan, maka terancam distafkan. Selain itu, bisa juga ada kecurigaan bahwa pejabat justru bermain.

"Nah, saya bilang sama lurah dan camat, kalalau sampai tidak bisa tangkap dan ini laporan benar, berarti kamu makan sogok. Kamu pasti disuap. Karena kalau tidak disuap pasti kamu akan bertindak," tegasnya.

BERITA TERKAIT
IPALT_limbah_ilus.jpg

Rp 60 Triliun untuk Bangun IPALT di Jakarta

Selasa, 25 Maret 2014 5297

ilustrasi limbah

Air Tanah 3 Kecamatan di Jakbar Tercemar Limbah

Selasa, 22 April 2014 16900

 Minimnya tangkapan membuat nelayan terus merugi. Pasalnya, biaya operasional tidak sebanding dengan

Laut Jakarta Tercemar, Tangkapan Nelayan Menyusut

Sabtu, 14 Juni 2014 11611

BPK : Pengelolaan Air Limbah di Ibukota Sangat Buruk

Pengelolaan Limbah di DKI Belum Optimal

Jumat, 19 Desember 2014 4591

Walikota Jaksel ajak warga tidak buang sampah kesungai Ciliwung

Walikota Ajak Warga Jaga Kelestarian Ciliwung

Minggu, 22 Maret 2015 4448

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7102

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4791

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1808

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2449

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 976

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks