Laut Jakarta Tercemar, Tangkapan Nelayan Menyusut

Sabtu, 14 Juni 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Widodo Bogiarto 11452

 Minimnya tangkapan membuat nelayan terus merugi. Pasalnya, biaya operasional tidak sebanding dengan

(Foto: doc)

Laut Jakarta yang tercemar limbah membuat ribuan nelayan yang tersebar di lima sentra nelayan di pesisir Jakarta Utara, kesulitan mendapatkan ikan. Minimnya tangkapan membuat nelayan terus merugi. Pasalnya, biaya operasional tidak sebanding dengan pendapatan yang mereka peroleh.

Kalau 10 tahun yang lalu mungkin untuk mendapatkan ikan tidak sulit. Tetapi sekarang kembali modal hasil penjualan ikan saja sudah beruntung

Sudah sejak lama Laut Jakarta mulai tercemar limbah industri. Kini sebagian besar nelayan di lima sentra nelayan, yakni di Kalibaru, Marunda, Cilincing, Kamalmuara, dan Muara Angke, memilih menjaring ikan hingga ke tengah laut. Akibatnya biaya operasional nelayan mulai melambung tinggi dan perolehan ikan tak sesuai harapan.

Di sisi lain, imbas ekosistem biota laut yang rusak, sebagian nelayan kini memilih mengganti mata pencarian sebagai buruh serabutan ataupun menjadi petani musiman dibandingkan dengan melaut yang tak bisa mencukupi kehidupan para nelayan sekarang ini.

Yusuf (46), salah seorang nelayan warga RT 04/08 Cilincing, menuturkan, kondisi laut yang sudah tercemar limbah menyebabkan pendapatannya, beberapa tahun terakhir ini menurun drastis. Selain itu, faktor cuaca yang akhir-akhir ini sulit diprediksi semakin memperparah keadaan nelayan.

"Kalau 10 tahun yang lalu mungkin untuk mendapatkan ikan tidak sulit. Tetapi sekarang kembali modal hasil penjualan ikan saja sudah beruntung," kata Yusuf, Sabtu (14/6).

Nelayan lainnya, Taufik (47), menjelaskan hal serupa. Kini dalam sekali melaut selama empat hari, ia bersama lima rekannya paling banyak membawa pulang uang Rp 100 Ribu-Rp 150 ribu/nelayan. Jika tangkapan sedang sedikit bahkan hanya mengantongi uang Rp 30 Ribu. Kadang malah tidak mendapat apa-apa.

"Sepuluh tahunan lalu, kita paling kecil bawa pulang Rp 200 ribu. Kalau cuaca lagi gak bagus kan kita bisa melaut di tepian. Nah sekarang kita nyari ikan di pinggir yang didapat sampah," ketusnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (P2K) Jakarta Utara, Sri Hayati mengakui kondisi tersebut. Dari informasi yang didapat, sejak awal hingga pertengahan tahun ini, sedikitnya terjadi lima kasus yang menyebabkan ribuan ikan mati dan mengambang di perairan pesisir Jakarta.

"Yang kami dapat informasinya, itu terjadi di wilayah perairan Marunda, Kalibaru dan Cilincing. Ini akan dikoordinasikan penanganannya dengan isntansi terkait, seperti Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD), Dinas Kebersihan serta Dinas Perindustrian dan Energi," tegasnya.

Meski begitu, Sri  belum bisa menjelaskan, langkah lanjutan yang akan dilakukan pihaknya. Sebab, dirinya akan menunggu hasil koordinasi bersama yang akan dilakukan. Sebab, untuk melakukan penelusuran asal limbah yang mencemari laut pun, pihaknya harus menunggu laporan dari BPLHD.

"Saat ini ada 23 ribu nelayan yang dikategorikan minim secara ekonomi dan biasa melaut mencari penghidupan di perairan Jakarta, lima ribu diantaranya ber-KTP DKI. Memang persoalan pencemaran laut ini harus segera diselesaikan, sebab para nelayan merupakan kelompok yang terimbas langsung," pungkasnya.

BERITA TERKAIT
kapal tongkang beritajakarta

Kapal Pukat Harimau Rugikan Nelayan Jakarta

Jumat, 09 Mei 2014 7872

Kapal Dishub KM. Catamaran

Tak Miliki Izin, 3 Kapal Dishub Tetap Berlayar

Selasa, 22 April 2014 8399

tanam pohon ilustrasi aktual.co

200 Tanaman Hijaukan Kampung Nelayan Cilincing

Minggu, 11 Mei 2014 7375

Krisis Air Bersih Nelayan Cilincing

Nelayan Cilincing Kesulitan Air Bersih

Rabu, 09 April 2014 4711

ikan_mati_marunda_jakut.jpg

Ratusan Ikan Mati di Pantai Marunda

Kamis, 27 Maret 2014 7115

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9235

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3204

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3625

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1920

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1485

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks