Selasa, 03 Februari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 501
(Foto: Nugroho Sejati)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan perayaan Imlek di Jakarta akan tampil lebih semarak dan berwarna. Berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat, serangkaian acara untuk meramaikan perayaan Imlek pun telah disiapkan.
"Minggu lalu kami, antara pemerintah pusat dan pemerintah Jakarta, sudah mengadakan rapat bersama untuk menyambut Imlek ini," ungkap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (3/2).
"mengadakan rapat bersama untuk menyambut Imlek,"
Beberapa acara telah disiapkan di sejumlah titik perayaan, di antaranya di Lapangan Banteng, Cap Go Meh di Glodok, hingga atraksi barongsai di kawasan Sudirman-Thamrin. Selain itu, juga diselenggarakan festival lampion di Jakarta, terutama di kawasan SCBD.
Pramono menyebut, hingga saat ini terdapat 93 pemilik gedung yang akan turut berkontribusi dalam penyelenggaraan festival lampion.
"Kami mencoba membuat masyarakat, pemilik gedung, berkontribusi untuk Festival Lampion di Jakarta. Sekarang sudah ada 93 gedung yang akan bergabung," ujarnya.
Pramono ingin setiap momen hari besar keagamaan ataupun kebudayaan dirayakan dengan penuh warna di Jakarta. Dengan demikian, ibu kota menjadi lebih berwarna dan semarak setiap menyambut berbagai acara besar.
Seluruh rangkaian kemeriahan Imlek ini dijadwalkan berlangsung hingga 17 Februari, sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Saat memasuki bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, nuansa Kota Jakarta pun juga akan berbeda.
"Suasananya total nanti akan kita ganti dengan menyambut puasa sampai dengan Idulfitri," kata dia.
Untuk memeriahkan perayaan tahun baru Imlek dan juga hari raya Idulfitri, Pemprov DKI kembali akan memberikan insentif pajak bagi pusat perbelanjaan yang menyelenggarakan pesta diskon untuk masyarakat.
"Ketika tanggal 18 sampai dengan Idulfitri, kami akan memberikan insentif pajak bagi beberapa pusat perbelanjaan kalau mereka memberikan diskon. Supaya belanja di Jakarta juga menjadi lebih murah," jelasnya.
Berkaca dari penyelenggaraan pesta diskon saat Natal dan Tahun Baru 2026, nilai transaksi yang dihasilkan selama periode tersebut mencapai Rp15,2 triliun.
"Dan itu rekor yang pernah diperoleh oleh Jakarta karena itu tadi, kami lombakan, kami berikan insentif pajak, dan jamnya juga diperbolehkan sampai jam malam," tandas Pramono.
Pramono meyakini, adanya pesta diskon di berbagai pusat perbelanjaan akan turut memeriahkan perayaan Imlek dan hari raya Idulfitri pada tahun ini.