Java Jazz Diminta Tak Vulgar Pasang Iklan Rokok

Selasa, 03 Februari 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 5114

 Java Jazz Diminta Tak Vulgar Pasang Iklan Rokok

(Foto: doc)

Panitia penyelenggara Java Jazz Festival 2015 diminta tidak memasang iklan rokok terlalu vulgar. Hal ini menyusul dikeluarkannya larangan penggunaan iklan rokok secara berlebihan di ibu kota.

Saya enggak tahu mereka tetap pakai iklan rokok atau tidak, karena mereka yang urus. Tapi kalaupun ada, saya minta tidak secara vulgar

"Saya enggak tahu mereka tetap pakai iklan rokok atau tidak, karena mereka yang urus. Tapi kalaupun ada, saya minta tidak secara vulgar," ujar Djarot Saiful Hidajat, Wakil Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota, Selasa (3/2).

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan kompensasi berupa keringanan pajak sebagai bentuk dukungan terhadap ajang musik internasional itu. 

"Mereka (panitia) minta keringanan pajak, kita akan kaji. Sekarang kan tidak boleh memakai sponsor rokok secara vulgar, dulu kan rokok sponsor utamanya," kata Djarot.

Dia mengaku pemberian keringanan pajak ini juga bisa membantu penyelenggaraan acara ini. Sehingga bisa menarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Jakarta. Karena ajang musik internasional ini juga bisa meningkatkan pariwisata di ibu kota. "Kalau tidak diberi keringanan pajak, perhelatan musik internasional itu akan mati dong," ungkapnya.

Menurut Djarot, Pemprov DKI Jakarta sangat mendukung acara tahunan ini. Karena dengan adanya acara ini, bisa mengembangkan industri kreatif musik jazz dan musik tanah air. "Saya juga minta mengorbitkan grup jazz anak muda yang baru-baru dan kalau bisa mendunia. Bagamaimanapun Jakarta adalah kota yang kita arahkan untuk mendukung industri kreatif, musik," tegasnya.

Rencananya, Festival Java Jazz akan digelar 6-8 Maret 2015 mendatang. Harga tiket daily pass sebesar Rp 400 ribu sampai Rp 450 ribu per hari. Sementara untuk tiket terusan selama tiga hari sebesar Rp 1,1 juta. Penyanyi yang akan tampil pada ajang musik internasional tersebut yakni Jessie J.

BERITA TERKAIT
kawasan dilarang merokok

Merokok di Kantor, PNS DKI Diancam Sanksi

Jumat, 30 Januari 2015 9860

Basuki Konsisten Larang Pemasangan Reklame Iklan Rokok di Ibukota

Alasan Basuki Larang Reklame Rokok

Selasa, 27 Januari 2015 6804

DKI Larang Iklan Rokok di Reklame

DKI Larang Iklan Rokok di Reklame

Jumat, 23 Januari 2015 10553

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7113

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4803

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1896

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2474

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1017

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks