PMI DKI Butuh 5 Unit Transfusi Darah Tambahan

Sabtu, 13 Desember 2014 Reporter: Nurito Editor: Widodo Bogiarto 5919

pmi jakarta

(Foto: Nurito)

Akibat minimnya anggaran, PMI DKI Jakarta belum bisa membangun Unit Transfusi Darah (UTD) di masing-masing wilayah di ibu kota. Saat ini fasilitas UTD baru ada di Markas PMI DKI dan Jakarta Utara. Diharapkan ke depan lima wilayah lain bisa memiliki fasilitas UTD.

Padahal UTD ini sangat penting untuk membantu Markas PMI DKI dan adanya pemerataan UTD di wilayah. Sehingga masyarakat akan semakin cepat terlayani

Ketua PMI DKI, Rini Sutiyoso menuturkan, wilayah lain seperti Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu, secara bertahap diharapkan segera dibangun fasilitas UTD, mengingat kebutuhan darah yang makin meningkat.

"Padahal UTD ini sangat penting untuk membantu Markas PMI DKI dan adanya pemerataan UTD di wilayah. Sehingga masyarakat akan semakin cepat terlayani," ujar Rini, Sabtu (13/12).

Rini menjelaskan, fasilitas yang terdapat di UTD antara lain, tempat penyimpanan darah atau bank darah serta alat pendeteksi empat jenis penyakit yakni, HIV, sipilis, hepatitis B dan TBC.

"Bahkan ke depan akan dikembangkan alat untuk mendeteksi jenis penyakit yang lebih banyak lagi. Tentunya pengoperasiannya bekerjasama dengan rumah sakit terdekat," jelas istri mantan Gubernur DKI, Sutiyoso ini.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, PMI DKI juga memberikan penghargaan pada 230 orang pendonor sukarela. Mereka telah mendonorkan darahnya secara berturut-turut sebanyak 75-100 kali. Pemberian penghargaan ini rutin dilakukan setiap tahunnya oleh PMI DKI.

Rini mengungkapkan, jumlah darah yang terkumpul selama satu tahun dari 230 orang ini mencapai 22,5 liter. Darah tersebut kemudian disumbangkan pada masyarakat ibu kota yang membutuhkan. Namun banyak pula yang diberikan pada warga di daerah penyangga, seperti Bogor, Depok,  Tangerang, Bekasi. Dari 230 pendonor ini, terdiri kaum pria 220 orang dan wanita 10 orang.

"Pria lebih dominan jumlahnya, karena kalau wanita kan banyak gangguan. Seperti datang bulan, bersalin dan sebagainya," imbuh Rini.

Salah satu pendonor, R Sujono (69)  mengaku, menjadi pendonor darah sejak tahun 1979 lalu. Tahun 2014 ini merupakan donor terakhir mengingat usianya yang telah uzur. Sujono merupakan pendonor usia tertua dari 230 pendonor yang ada. Dalam setahun ia bisa mencapai  100 kali mendonorkan darahnya ke PMI DKI.

"Saya mendonorkan darah sejak tahun 1979. Saat itu syarat membuat SIM di Polda Metro Jaya adalah mau mendonorkan darah. Rupanya saya ketagihan mendonor hingga sekarang. Minimal tiga bulan sekali saya mendonorkan darah," tukas pensiunan PNS di Kementerian Kehutanan ini.

BERITA TERKAIT
Donor Darah

450 Pendonor Darah Diberi Penghargaan

Sabtu, 11 Oktober 2014 5557

Akibat Banjir, 45 Warga Kampung Pulo Terserang Demam

Antisipasi Banjir, DKI Siagakan 84 Posko Kesehatan

Selasa, 02 Desember 2014 4148

stok darah pmi ilustrasi

Stok Darah di PMI DKI Menipis

Selasa, 05 Agustus 2014 4979

Puasa, Stok Darah di PMI DKI Merosot Hingga 80 Persen

Stok Darah di PMI DKI Merosot 80 Persen

Senin, 14 Juli 2014 5018

PMI DKI Pastikan Stok Kantung Darah Aman Selama Ramadhan

Ramadhan, PMI Gencarkan Donor Darah di Mal

Kamis, 26 Juni 2014 5737

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 881

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 802

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1163

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 600

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1106

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks