Pakai E-Budgeting, DKI Jamin Tak Ada Dana Siluman

Kamis, 06 November 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 10435

Sekda Akan Cek Dana Siluman Temuan BPKP

(Foto: doc)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengecek temuan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait dengan anggaran siluman pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014. Agar kasus serupa tak terulang, Pemprov DKI akan menerapkan sistem e-budgeting untuk anggaran 2015 mendatang.

Saya tidak mau ada itu (dana siluman) di era saya, mesti jelas. Di 2015 kita tidak mengenal dana siluman

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, akan mengecek kebenaran dari temuan BPKP DKI Jakarta tersebut. Dia menilai temuan tersebut karena ada kesalahan dalam memasukkan data. "Saya tidak yakin angka itu, karena angka itu terlalu besar, hampir menyamai DPA dari Dinas Kesehatan. Saya mau cek benar atau salah," kata Saefullah, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (6/11).

Pihaknya pun menjamin pada 2015 mendatang tidak akan dana siluman. Karena sistem e-budgeting akan diterapkan mulai dari perencanaan hingga penerapan. "Saya tidak mau ada itu (dana siluman) di era saya, mesti jelas. Di 2015 kita tidak mengenal dana siluman," ucapnya.

Menurut Saefullah, dengan diterapkannya sistem e-budgeting akan terlacak jika ada perubahan dalam APBD. Sehingga  bisa diketahui oknum yang memasukkan kegiatan fiktif yang sebelumnya tidak ada dalam pembahasan.

"Kan kita sudah punya e-budgeting nih. Kalau ada yang tiba-tiba memasukkan akan ketahuan, ini siapa yang merubah, jam berapa, kapan, hari, dan tanggal," ujar mantan Walikota Jakarta Pusat itu.

Dia menyebutkan dengan sistem e-budgeting, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus memasukkan anggaran bersamaan dengan rinciannya. Hal tersebut berbeda dengan sebelumnya yang hanya menyerahkan anggaran bulat. "Saya dari tiga bulan lalu sudah teriak-teriak kita mau pakai e-budgeting. Nomenklaturnya bukan hanya mencantumkan biaya total tapi harus dirinci, harus ada uraiannya," ucapnya.

Dia pun berharap agar media ikut mengawasi dalam pembahasan APBD DKI Jakarta. Terlebih Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) baru saja diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta. "Kita kan sudah mengajukan nih. Dalam pembahasan itu kelihatan ini yang diajukan SKPD, kalau tiba-tiba ada kegiatan yang muncul mesti dilacak," katanya.

Seperti diketahui BPKP DKI menemukan banyaknya anggaran siluman di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Di Dinas PU DKI nilainya mencapai Rp 3,518 triliun pada APBD 2014 dengan 252 kegiatan fiktif. Sementara di Dinas Kesehatan anggaran siluman yang ditemukan mencapai Rp 33,442 miliar dengan 34 kegiatan.

BERITA TERKAIT
saefullah sekda pemprov DKI Jakarta

APBD 2015, DKI Fokus Atasi Banjir dan Jalan Rusak

Rabu, 05 November 2014 12920

APBD DKI 2014 Defisit Rp 12 Triliun

APBD 2014 Defisit, Pemprov DKI Tetap Optimis

Rabu, 05 November 2014 8549

saefullah sekda pemprov DKI Jakarta

APBD 2015 Dinilai Realistis

Rabu, 05 November 2014 5977

Penetapan APBD 2015 Ditargetkan Desember

Sekda Berharap APBD 2015 Disahkan Desember

Selasa, 04 November 2014 8175

DKI Siapkan Rp 1,2 Trilun Bangun Wisma Atlet untuk ASIAN Games

Rp 1,2 Triliun untuk Bangun Wisma Atlet Asian Games

Senin, 03 November 2014 7519

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7149

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4837

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2429

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2544

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1216

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks