APBD 2015, DKI Fokus Atasi Banjir dan Jalan Rusak

Rabu, 05 November 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 12920

saefullah sekda pemprov DKI Jakarta

(Foto: doc)

Pemprov DKI Jakarta baru saja menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) ke DPRD DKI Jakarta. Jumlah yang diajukan yakni sebesar Rp 76,8 triliun. Namun, sama seperti tahun lalu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 masih memprioritaskan penanggulangan banjir dan pembenahan jalan rusak di ibu kota.

Sesuai arahan Pak Plt Gubernur, supaya Jakarta kelihatan berubah kita akan fokus di pekerjaan umum, lebih ke infrastruktur seperti jalan dan air

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, sesuai dengan arahan dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama fokus APBD tahun 2015 ada di bidang pekerjaan umum (PU). Bahkan, nilainya lebih besar dibandingkan dengan pos anggaran untuk pendidikan dan kesehatan.

"Sesuai arahan Pak Plt Gubernur, supaya Jakarta kelihatan berubah kita akan fokus di pekerjaan umum, lebih ke infrastruktur seperti jalan dan air," kata Saefullah, usai menyerahkan KUA-PPAS ke DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/11).

Namun, dirinya masih merahasiakan besaran alokasi anggaran untuk bidang pekerjaan umum tersebut. Karena KUA-PPAS yang diserahkan kepada DPRD masih akan dibahas lagi antara eksekutif dan legislatif. "Saya perkirakan lebih besar dari pendidikan dan kesehatan. Tapi, kalau persentasi masih belum tahu, karena nanti ada pembahasan berikutnya. Ini baru pembahasan gelondongan," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Saefullah, untuk bidang pendidikan dan kesehatan juga tetap diperhatikan. Karena hal itu sesuai dengan amanat undang-undang. "Memang PU paling serius, tapi untuk transportasi, pendidikan, kesehatan juga jadi prioritas, itu sesuai dengan amanat undang-undang," jelasnya.

Selain itu, bidang infrastruktur lainnya seperti pembangunan rumah susun (rusun) juga akan dikerjakan. Mengingat penyediaan hunian murah untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sungai adalah syarat dari Bank Dunia untuk pinjaman dana proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

Dalam KUA-PPAS yang diserahkan berasal dari pendapatan sebesar Rp 69,6 triliun, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan dan pendapatan daerah lain yang sah. Sementara sisanya berasal dari Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2014 dan penerimaan pinjaman daerah yakni sebesar Rp 7,2 triliun.

BERITA TERKAIT
APBD DKI 2014 Defisit Rp 12 Triliun

APBD 2014 Defisit, Pemprov DKI Tetap Optimis

Rabu, 05 November 2014 8549

saefullah sekda pemprov DKI Jakarta

APBD 2015 Dinilai Realistis

Rabu, 05 November 2014 5977

Penetapan APBD 2015 Ditargetkan Desember

Sekda Berharap APBD 2015 Disahkan Desember

Selasa, 04 November 2014 8175

Penyerapan APBD Sudin PU Air Jakpus Rendah

Penyerapan APBD Sudin PU Air Jakpus Rendah

Selasa, 28 Oktober 2014 5306

Basuki Berharap Rusun Ciangir Tidak Sama Kalibata

APBD DKI 2015 Bisa Capai Rp 80 Triliun

Kamis, 25 September 2014 5833

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7149

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4837

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2429

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2544

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1216

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks