APBD 2015, DKI Fokus Atasi Banjir dan Jalan Rusak

Rabu, 05 November 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 12690

saefullah sekda pemprov DKI Jakarta

(Foto: doc)

Pemprov DKI Jakarta baru saja menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) ke DPRD DKI Jakarta. Jumlah yang diajukan yakni sebesar Rp 76,8 triliun. Namun, sama seperti tahun lalu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 masih memprioritaskan penanggulangan banjir dan pembenahan jalan rusak di ibu kota.

Sesuai arahan Pak Plt Gubernur, supaya Jakarta kelihatan berubah kita akan fokus di pekerjaan umum, lebih ke infrastruktur seperti jalan dan air

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, sesuai dengan arahan dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama fokus APBD tahun 2015 ada di bidang pekerjaan umum (PU). Bahkan, nilainya lebih besar dibandingkan dengan pos anggaran untuk pendidikan dan kesehatan.

"Sesuai arahan Pak Plt Gubernur, supaya Jakarta kelihatan berubah kita akan fokus di pekerjaan umum, lebih ke infrastruktur seperti jalan dan air," kata Saefullah, usai menyerahkan KUA-PPAS ke DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/11).

Namun, dirinya masih merahasiakan besaran alokasi anggaran untuk bidang pekerjaan umum tersebut. Karena KUA-PPAS yang diserahkan kepada DPRD masih akan dibahas lagi antara eksekutif dan legislatif. "Saya perkirakan lebih besar dari pendidikan dan kesehatan. Tapi, kalau persentasi masih belum tahu, karena nanti ada pembahasan berikutnya. Ini baru pembahasan gelondongan," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Saefullah, untuk bidang pendidikan dan kesehatan juga tetap diperhatikan. Karena hal itu sesuai dengan amanat undang-undang. "Memang PU paling serius, tapi untuk transportasi, pendidikan, kesehatan juga jadi prioritas, itu sesuai dengan amanat undang-undang," jelasnya.

Selain itu, bidang infrastruktur lainnya seperti pembangunan rumah susun (rusun) juga akan dikerjakan. Mengingat penyediaan hunian murah untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sungai adalah syarat dari Bank Dunia untuk pinjaman dana proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

Dalam KUA-PPAS yang diserahkan berasal dari pendapatan sebesar Rp 69,6 triliun, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan dan pendapatan daerah lain yang sah. Sementara sisanya berasal dari Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2014 dan penerimaan pinjaman daerah yakni sebesar Rp 7,2 triliun.

BERITA TERKAIT
APBD DKI 2014 Defisit Rp 12 Triliun

APBD 2014 Defisit, Pemprov DKI Tetap Optimis

Rabu, 05 November 2014 8357

saefullah sekda pemprov DKI Jakarta

APBD 2015 Dinilai Realistis

Rabu, 05 November 2014 5752

Penetapan APBD 2015 Ditargetkan Desember

Sekda Berharap APBD 2015 Disahkan Desember

Selasa, 04 November 2014 7950

Penyerapan APBD Sudin PU Air Jakpus Rendah

Penyerapan APBD Sudin PU Air Jakpus Rendah

Selasa, 28 Oktober 2014 5100

Basuki Berharap Rusun Ciangir Tidak Sama Kalibata

APBD DKI 2015 Bisa Capai Rp 80 Triliun

Kamis, 25 September 2014 5580

BERITA POPULER
Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 642

Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 567

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 551

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1128

Siswa KBM otoy

Pemprov DKI Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Jakarta

Senin, 04 Mei 2026 513

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks