Dishub Kewalahan Atasi Macet Tanah Abang

Sabtu, 05 Juli 2014 Reporter: Andry Editor: Widodo Bogiarto 5581

pkl_pinggir_jalan_ruwet.jpg

(Foto: doc)

Memasuki hari ketujuh Ramadhan, kemacetan di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat makin parah. Warga tumpah ruah di pasar tekstil terbesar di Indonesia tersebut untuk berburu baju-baju muslim, pakaian shalat hingga kurma. Mulai dari Pasar Blok A, Blok B, Blok G, Blok F, Pasar Metro, Thamrin City hingga kawasan pedagang kaki lima. Beragam upaya sudah dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan, mulai dari penertiban parkir liar hingga merazia angkutan umum, namun hasilnya belum menggembirakan.

Masalah lalu lintas di Tanah Abang itu rumit. Soalnya sudah terkombinasi sama beberapa permasalahan

Kepala Dishub DKI, Muhammad Akbar mengakui, pihaknya kewalahan mengatasi kemacetan di Tanah Abang. Pasalnya akar persoalannya sangat rumit dan kompleks. Selain itu, selama Ramadhan ini, volume kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut makin melonjak. Belum lagi aktifitas bongkar muat kendaraan ekspedisi juga meningkat.

"Masalah lalu lintas di Tanah Abang itu rumit. Soalnya sudah terkombinasi sama beberapa permasalahan," kata Akbar melalui sambungan telepon, Sabtu (5/7).

Akbar menjelaskan, persoalan lain yang menjadi biang keladi kemacetan kawasan Pasar Tanah Abang yakni keberadaan parkir liar serta perilaku buruk sopir angkot dan pengojek yang kerap mangkal di bahu jalan. "Makanya kita sering lakukan operasi cabut pentil kepada kendaraan yang melanggar. Namun efeknya belum 100 persen membuat mereka jera," ujarnya.

Dari pantauan beritajakarta.com, sejumlah pejalan kaki di sekitar Pasar Tanah Abang agak sulit mencari jalan keluar di antara mobil-mobil yang mengalami kemacetan. Terutama di depan Blok A dan Blok B. Mobil pribadi, kendaraan umum seperti Mikrolet dan bus, serta Metro Mini, kendaraan bermotor, troli pengangkut barang belanjaan, dan pejalan kaki, semua tumplek dalam kebisingan bunyi klakson mobil dan motor.

Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna membenarkan, kemacetan di kawasan Pasar Tanah Abang sudah sangat kompleks dan rumit. Namun hal itu dinilai tidak akan terjadi apabila dinas terkait melakukan upaya pencegahan. "Seharusnya sebelum puasa, Dinas Perhubungan DKI membuat rekayasa lalu lintas agar kawasan itu bisa lebih tertata," tuturnya.

Karena tak ada antisipasi, lanjut Yayat, kemacetan di kawasan Pasar Tanah Abang menjadi kian rumit. Imbasnya,Dinas Perhubungan DKI tidak bisa melakukan apa-apa karena persoalan yang terjadi di lapangan sudah terlalu kompleks.

Yayat mengungkapkan, tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan salah satunya dengan mensterilkan kawasan Pasar Tanah Abang dari kendaraan pribadi. Misalnya dengan membuat park dan ride dalam jarak lima kilometer dari kawasan tersebut. "Melalui cara demikian, kawasan Tanah Abang tidak akan separah ini meski ada Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB)," lanjutnya.

BERITA TERKAIT
4 Fase Kemacetan Ibukota Selama Ramadhan

Jam Kemacetan Jakarta Berubah Selama Ramadhan

Senin, 30 Juni 2014 4949

penertiban di metro tanah abang

Antisipasi Kemacetan, Dishub Awasi Pasar Tumpah

Rabu, 02 Juli 2014 3079

40 Petugas Dishub Urai Kemacetan di Tanah Abang

Atasi Macet Tanah Abang, Dishub Kerahkan 40 Petugas

Rabu, 25 Juni 2014 4779

Parkir Sembaragan, Puluhan Motor Dijaring Petugas

Parkir Sembarangan, Puluhan Motor Dijaring Petugas

Senin, 30 Juni 2014 4010

Pedagang Musiman Bermunculan di Cikini Menjelang Bulan Puasa

Pedagang Parsel Sesaki Trotoar di Cikini

Sabtu, 28 Juni 2014 5102

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 878

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 796

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1159

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 597

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1100

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks