Selasa, 27 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 188
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Utara terus mendorong peningkatan literasi digital generasi muda melalui kolaborasi dengan Jakut Hub.
"Membangun masa depan generasi muda"
Jakut Hub merupakan wadah kreatif bagi generasi Z yang menjadi ruang edukasi sekaligus pengembangan potensi digital anak muda di Jakarta Utara.
Kepala Suku Dinas Kominfotik Jakarta Utara, R Fauzy mengatakan, dukungannya terhadap kolaborasi tersebut. Sinergisitas antara pemerintah dan komunitas kreatif merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif serta berdaya saing di era digital.
"Kami mendukung penuh program Jakut Hub sebagai upaya membangun masa depan generasi muda agar siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dunia digital," ujarnya, Selasa (27/1).
Sementara itu, Project Leader Jakut Hub, Muhammad Farid menjelaskan, Jakut Hub hadir sebagai ruang kolaborasi yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
"Jakut Hub fokus mengedukasi masyarakat Jakarta Utara agar lebih melek digital, mulai dari pembuatan konten digital, pemanfaatan teknologi informasi, hingga membuka peluang menjadi konten kreator," terangnya.
Farid menambahkan, kolaborasi bersama Sudin Kominfotik Jakarta Utara mencakup berbagai program, antara lain kajian pemanfaatan sektor kelautan berbasis digital, termasuk pengembangan pusat data bawah laut.
"Ada juga pengembangan kampung digital, pelatihan public speaking dan content creator, sharing session, serta pengenalan topik digital seperti teknologi blockchain, kripto, dan berbagai inovasi teknologi lainnya," ungkapnya.
Menurutnya, perkembangan dunia digital telah membuka peluang baru di luar pekerjaan konvensional. Untuk itu, Jakut Hub mendorong generasi muda untuk berani mencoba serta memanfaatkan ruang digital secara positif dan produktif.
"Kami ingin menanamkan keberanian kepada generasi muda bahwa ada banyak pilihan masa depan, salah satunya melalui dunia digital dan konten kreatif. Jakut Hub hadir melalui edukasi, diskusi, dan praktik langsung," bebernya.
Ia menambahkan, salah satu program unggulan yang tengah disiapkan adalah sharing session dengan konsep diskusi kekinian, serta rencana pembentukan kampung digital sebagai kawasan percontohan literasi digital di Jakarta Utara.
"Di kampung digital, masyarakat terbiasa menggunakan QRIS, anak-anak muda berani tampil di depan kamera, membuat konten, dan memublikasikannya di media sosial. Itu merupakan bagian dari literasi digital," bebernya.
Farid menyampaikan, pendekatan yang digunakan Jakut Hub adalah konsep learning by doing, di mana para anggotanya aktif memproduksi konten seputar Jakarta Utara sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing, kemudian dikolaborasikan dalam satu platform.
Jakarta Utara, lanjut Farid, memiliki banyak potensi yang belum terekspos secara maksimal. Melalui Jakut Hub, pihaknya berharap dapat mengubah stigma negatif sekaligus memperkenalkan sisi positif Jakarta Utara kepada publik.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Jakarta Utara merupakan wilayah yang plural, ramah, dan memiliki banyak potensi yang layak dikembangkan," tandasnya.