Modal Rp 61 Miliar, KJK PEMK Bisa Jadi Bank

Kamis, 08 Mei 2014 Reporter: Hendi Kusuma Editor: Dunih 20830

Uang

(Foto: doc)

Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi dengan potensi peredaran uang sebesar 75 persen memberikan banyak peluang bagi kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk terus berkembang. Potensi ekonomi yang cukup besar tersebut, ditangkap Sudin Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan Jakarta Barat dengan mengembangkan Koperasi Jasa Keuangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (KJK PEMK). Dengan KJK PEMK tersebut, diharapkan dapat menjadi solusi keuangan bagi warga yang membutuhkan modal usaha di wilayah.

Koperasi itu berasaskan ekonomi kerakyatan, dari warga untuk warga. Koperasi harus dibuat sehat, mandiri, dan tangguh

"Koperasi itu berasaskan ekonomi kerakyatan, dari warga untuk warga. Koperasi harus dibuat sehat, mandiri, dan tangguh," ujar Slamet Widodo, Kasudin KUMKMP Jakarta Barat, Kamis (8/5).

Slamet menambahkan, KJK PEMK nantinya diharapkan akan menjadi bank kecil bagi para pelaku usaha kecil untuk melakukan transaksi keuangan dengan modal sebesar Rp 61 miliar, di mana tiap kelurahan rata-rata memiliki dana Rp 540 juta. Dengan modal sebesar itu diharapkan koperasi akan menjadi wadah bersama bagi para pelaku usaha yang ada di kelurahan. Menurutnya, warga bisa mengajukan pinjaman sebesar Rp 2-5 juta dengan bunga hanya 1 persen. Sedangkan di bank konvensional bunganya bisa mencapai 20-30 persen.

"Kita harapkan KJK PEMK menjadi bank kecil di wilayah. Total dana ada Rp 61 miliar untuk 8 kecamatan. Rata-rata per kelurahan memiliki dana Rp 540 juta, dan akan ditambah lagi tapi secara bertahap. Untuk bunga pinjaman hanya dikenakan 1 persen/bulan. Berbeda dengan jasa keuangan konvensional," jelas Slamet.

Untuk mencapai tujuan KJK PEMK menjadi bank kecil di wilayah, Slamet menuturkan, pihaknya akan mengadakan kegiatan peningkatan dan wawasan tokoh masyarakat terkait tentang koperasi sehingga semua lapisan masyarakat lebih memahami arti pentingnya potensi koperasi secara optimal.

"Saat ini kita undang 400 peserta dari 8 kecamatan, masing-masing kecamatan ada 50 orang tokoh masyarakat. Nantinya tokoh masyarakat yang dilatih dapat mengajak warga ikut dalam KJK PEMK," kata Slamet.

Menurutnya, ada tiga hal terkait peningkatan wawasan KJK PEMK yaitu soal motivasi bisnis, aturan KJK PEMK, dan kiat sukses KJK PEMK.

"KJK PEMK yang sukses ada di Kelurahan Wijaya Kusuma. Awalnya modal hanya Rp 540 juta kemudian berkembang menjadi Rp 2,54 miliar dalam dua tahun," tandas Slamet.

BERITA TERKAIT
pedagang_umkm_yossy.jpg

11.000 PKL di Jakbar Belum Dapat Pembinaan

Selasa, 29 April 2014 5929

uang_ilustrasi_ok.jpg

Warga Rusun Marunda Minta Dibuat Koperasi

Sabtu, 19 April 2014 5673

pedagang_umkm_yossy.jpg

750 UMKM Akan Dapat Sertifikat Halal Gratis

Kamis, 20 Maret 2014 18643

kaki lima night market dokbj

Kegiatan Kaki Lima Night Market Kembali Diundur

Kamis, 24 April 2014 8853

ahok foto PD Pasar Jaya

Renovasi Pasar Senen Dipercepat

Jumat, 25 April 2014 5729

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9204

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3161

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3595

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1455

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1882

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks