Warga Rusun Marunda Minta Dibuat Koperasi

Sabtu, 19 April 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Erikyanri Maulana 5840

uang_ilustrasi_ok.jpg

(Foto: doc)

Sejumlah warga yang kini tinggal di Rusunawa Marunda Cluster C terlilit hutang kepada rentenir. Mereka terjerat hutang yang ditawarkan bank keliling untuk memulai usaha serta mengembangkan usahanya setelah direlokasi dari Muara Baru, Penjaringan, tahun lalu.

Dua bulan setelah direlokasi saya buka warung pecel lele. Untuk menambah modal pinjam dari bank keliling sebesar Rp 500 ribu dengan perjanjian membayar setiap hari Rp 25 ribu selama satu bulan

Saat direlokasi, kebanyakan warga saat itu hanya berprofesi sebagai pekerja serabutan yang mencoba beradaptasi demi bertahan hidup. Kala itu, banyak diantara mereka yang memulai usaha berdagang. Untuk modal, mereka terpaksa berhutag pada rentenir bank keliling. 

Prayitno (34), warga yang kini bermukim di Rusunawa Marunda Blok C2 mengaku kesulitan modal saat hendak memulai usahanya dulu. "Dua bulan setelah direlokasi saya buka warung pecel lele. Untuk menambah modal pinjam dari bank keliling sebesar Rp 500 ribu dengan perjanjian membayar setiap hari Rp 25 ribu selama satu bulan," ujar Prayitno, Sabtu (19/4).

Namun bukannya menambah penghasilan, ia malah terjerat hutang hingga harus kembali meminjam uang untuk dapat melanjutkan usahanya. Bahkan, sampai kini ia masih berhutang kepada rentenir tersebut. "Ya mau gimana lagi, memang sampai sekarang kita tidak dapat bantuan modal sehingga terpaksa minjam dari bank keliling. Sampai sekarang saya masih berhutang Rp 500 ribu," ujarnya.

Ela (42), warga Rusunawa Marunda Cluster C Blok C1 juga merasakan hal serupa. Saat baru direlokasi, dirinya membuka warung kelontong dan hingga kini masih berhutang pada bank keliling. "Saya awalnya pinjem Rp 500r ibu, tapi terpaksa berhutang lagi dan sampai sekarang belum lunas. Bagaimana mau lunas, lah warung saya saja rata-rata penghasilan kotor perhari Rp 50ribu dan dipotong angsuran Rp 25 ribu," keluhnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono mengakui jika sejumlah warga relokasi di Rusunawa Marunda kini terjerat hutang pada bank keliling. Untuk itu, Heru akan memfasilitasi warga untuk membentuk koperasi simpan pinjam, sehingga mereka yang menjalankan usaha mikro tidak terjerat rentenir.

"Nanti untuk permodalan kan kita juga bisa minta dukungan dari beberapa bank pemerintah. Selain itu, kita akan bantu dengan pelatihan keterampilan sehingga mereka bisa membuka usaha baru, seperti ternak lele atau pertanian," tandasnya.

BERITA TERKAIT
gembok-rusun.jpg

46 Unit Rusunawa Marunda Terancam Dikosongkan

Rabu, 16 April 2014 6385

Jokowi : Hasil Tanaman Green House Target di Pasarkan di Supermarket

Hasil Budidaya Green House Bakal Masuk Supermarket

Jumat, 11 April 2014 9494

Pembuatan KTP Warga Rusun Marunda

Warga di Tiga RT Baru Rusun Marunda Terima KTP

Sabtu, 19 April 2014 5133

uang_ilustrasi_ok.jpg

Honor Petugas Rusun Sudah Dibayar

Jumat, 18 April 2014 5132

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7033

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4641

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2151

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1312

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1745

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks