Dicopot Jokowi, Kepsek SDN Makasar 09 Pingsan

Selasa, 06 Mei 2014 Reporter: Nurito Editor: Dunih 7349

kepala sekolah sdn 09 pagi

(Foto: Nurito)

Tewasnya Renggo Kadafi (11), siswa kelas 5 SDN Makasar 09 Pagi, berbuntut dicopotnya Sri Hartini, dari jabatannya sebagai kepala sekolah (kepsek) SDN Makasar 09 Pagi. Bahkan, Sri yang merasa syok dengan kebijakan pencopotan dirinya ditemukan pingsan di ruangan kerjanya. Padahal, di saat bersamaan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, direncanakan akan datang ke sekolah tersebut.

Saat bicara dengan saya, kepsek mengaku tak menyangka hal ini menjadi besar

Sri pingsan diduga karena syok saat mendengar Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, akan mendatangi SDN Makasar 09 Pagi. Terlebih sebelumnya ia mendengar kalau Jokowi sudah meminta pada Kasudin Pendidikan Dasar (Dikdas) Jakarta Timur, Nasrudin, agar Sri Hartini dicopot dari jabatannya sebagai kepsek. Permintaan tersebut disampaikan Jokowi, saat berkunjung ke rumah korban, Renggo, di kawasan Halim Perdana Kusuma.

Saat Jokowi tiba di SDN Makasar 09 Pagi, Sri Hartini, yang baru saja pingsan tak mampu berjalan lagi. Sehingga ia harus dipapah oleh dua guru laki-laki dari ruang kerjanya di lantai dua, untuk menemui Jokowi yang ada di pelataran parkir lantai dasar. Tak banyak kata keluar dari bibir Sri Hartini, selain hanya mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih, terima kasih, terima kasih Pak Gubernur," ujar Sri Hartini lirih, saat menyalami Jokowi, Selasa (6/5).

Usai menyalami Jokowi, Sri Hartini langsung dipapah naik lagi ke ruangannya. Sedangkan Jokowi berkeliling melakukan sidak ke sudut-sudut sekolah. Namun, Sri Hartini tak mendampinginya. Sejauh ini Sri Hartini belum bisa dikonfirmasi karena sedang dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Kasudin Dikdas Jakarta Timur, Nasrudin mengatakan, Sri Hartini pingsan karena terkejut Jokowi akan datang ke sekolah. Terlebih pemberitaan kasus Renggo ini sangat dahsyat sehingga membuatnya syok.

"Saat bicara dengan saya, kepsek mengaku tak menyangka hal ini menjadi besar. Ia juga menghiba agar kasus ini tidak terus dibesar-besarkan. Ia juga mengaku syok karena seolah kasusnya menjadi rumit sekali," tukas Nasrudin menirukan ucapan Sri Hartini.

Nasrudin menambahkan, kasus Renggo merupakan pelajaran bagi semua pihak. Setidaknya ke depan agar kasus tak terulang, pengawasan siswa sekolah harus ditingkatkan, sekalipun saat jam istirahat karena anak-anak berpencar. Lain halnya saat di dalam kelas, karena terkumpul pengawasan lebih mudah.

"Saat ini kami masih melakukan BAP terhadap guru kelas 5 dan 6 serta Kepala SDN Makasar 09 Pagi. Kalaupun kepala sekolah dicopot dari jabatannya, ia tetap berstatus sebagai guru dan PNS DKI," jelas Nasrudin.

BERITA TERKAIT
sd 09 kekerasan dalam sekolah

Jokowi Perintahkan Pencopotan Kepala SDN 09 Makasar

Selasa, 06 Mei 2014 5519

Kepsek SDN Makasar 09 Terancam Dicopot Dari Jabatannya

Ahok: Ada Kelalaian Pihak Sekolah Atas Kasus Renggo

Selasa, 06 Mei 2014 6312

Siswa SD Tewas Dianiaya Kakak Kelas

Penganiaya Renggo Diduga Lebih dari Satu Orang

Senin, 05 Mei 2014 3754

Usai Diotopsi, Jasad Renggo Dimakamkan Kembali

Usai Diotopsi, Jasad Renggo Dimakamkan Kembali

Senin, 05 Mei 2014 4264

Siswa SD Tewas Dianiaya Kakak Kelas

Siswa SD Tewas Dianiaya Kakak Kelas

Minggu, 04 Mei 2014 6152

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7147

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4836

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2396

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2541

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1207

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks