Delapan Unit Rusun Tambora Disegel

Senin, 28 September 2015 Reporter: Folmer Editor: Widodo Bogiarto 8040

Delapan Unit Rusunawa Tambora Disegel

(Foto: doc)

Sebanyak delapan unit Rusun Tambora, Jakarta Barat disegel. Penyegelan dilakukan setelah petugas Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Wilayah II Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta menggelar inspeksi mendadak (sidak) door to door kepada penghuni tiga tower Rusunawa Tambora yang sekelas apartemen.

Kami masih memberi dispensasi, jika hingga sepekan pemilik tidak menggubris segel ini, terpaksa dilakukan pengusiran

Dalam segel merah tersebut tertera "Unit Ini Dalam Penguasaan" UPRS Wilayah II Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI. Penghuni diminta mengosongkan unit dalam waktu 3x24 jam. Apabila tidak mengindahkan akan dilakukan pengosongan secara paksa sesuai ketentuan Pasal 203 (ayat 1) KUHP.

Penyegelan berdasarkan empat ketentuan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, Perda DKI Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah, Peraturan Gubernur DKI Nomor 143 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPRS DKI dan Surat Perjanjian Pemakaian Unit Hunian Rusunawa.

"Kami masih memberi dispensasi, jika hingga sepekan pemilik tidak menggubris segel ini, terpaksa dilakukan pengusiran. Penyegelan ini bukti bahwa kami tidak main-main, dan memastikan kalau isu adanya praktik mafia rusun itu tidak benar," tegas Nuri Sawitri, Kepala UPRS Wilayah II Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI, Senin (28/9).

Nuri mengaku gerah atas tersiar isu mafia rusun yang justru santer dibicarakan oleh warga dari luar yang iri hati karena tidak mendapat jatah. Kendati dari sejumlah kamar yang digedor petugas masih menemukan penghuni yang tidak sesuai data Surat Perjanjian (SP), indikasi kuat oper alih itu melanggar aturan sewa di atas sewa.

"Dalam artian, unit rusun itu disewakan kembali oleh si pemegang kuasa SP. Nanti, kita usut lagi, apakah dijual atau dikontrakan. Kita panggil dulu si pemegang kuasa," ungkap Nuri.

Sekadar diketahui, sidak door to door di Rusun Tambora terindikasi bocor ke telinga penghuni. Sebab, dari sekian banyak target yang disasar, pintu unit terkunci rapat. Sempat terjadi cekcok mulut antara petugas dengan beberapa penghuni. Namun, petugas memegang bukti kuat bahwasanya pemegang kuasa atas unit rusun tersebut tidak pernah berada di lokasi.

BERITA TERKAIT
       Praktik Jual Beli Rusunawa Tambora Diselidiki

Praktik Jual Beli Rusunawa Tambora Diselidiki

Jumat, 25 September 2015 6748

Warga Rusun Minta Dilatih Cegah Kebakaran

Warga Rusun Minta Dilatih Cegah Kebakaran

Senin, 14 September 2015 5215

 Dalam Waktu Dekat, Warga Rusun Daan Mogot Akan Mendapatkan Fasum dan Fasos

Rusun Daan Mogot akan Dilengkapi RPTRA

Senin, 14 September 2015 7037

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9286

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3241

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3671

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1955

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1529

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks