Selasa, 27 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 276
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 50 personel gabungan mengangkut sekitar 10 meter kubik sampah yang dibuang sembarangan di kawasan Jembatan Salam, Jalan Danau Sunter Barat, RW 04, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Kami akan terus memantau kawasan ini"
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Sunter Agung, Citra Glori Lebang mengatakan, pembersihan difokuskan pada sampah rumah tangga, sisa pembakaran, serta residu hasil pemilahan barang oleh pemulung yang berserakan di sepanjang jalan.
"Kawasan ini kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar meski petugas kelurahan dan Lingkungan Hidup (LH) rutin mengangkut sampah setiap hari," ujarnya, Selasa (27/10).
Citra menjelaskan, pihak kelurahan sebelumnya sudah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup untuk menindak praktik pembuangan sampah sembarangan. Namun, pelanggaran serupa masih terus berulang.
"Spanduk larangan membuang sampah yang dipasang pihak kelurahan bersama pengurus RW kerap hilang karena dicopot oleh oknum warga," terangnya.
Melalui kerja bakti terpadu ini, Citra berharap, kesadaran masyarakat dan pengguna jalan untuk menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat.
"Kami akan terus memantau kawasan ini karena merupakan salah satu jalur protokol. Melalui pembersihan ini, lingkungan menjadi lebih rapi dan tidak terkesan kumuh," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok, Amir memaparkan, pembersihan sampah tersebut melibatkan petugas Satpel LH Kecamatan Tanjung Priok, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Sunter Agung, Satpol PP, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), serta warga RW 04.
"Total sampah yang kami angkut sekitar 10 meter kubik, terdiri dari sampah organik, anorganik, hingga sampah berukuran besar," bebernya.
Amir menambahkan, sampah yang terkumpul langsung diangkut menggunakan dua truk dan gerobak motor milik Satpel LH serta Kelurahan Sunter Agung untuk dibawa ke tempat penampungan akhir.
"Kami bersama warga akan memperketat pengawasan di titik rawan ini agar tidak kembali dijadikan lokasi pembuangan sampah liar," tandasnya.