Senin, 26 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 148
(Foto: Istimewa)
Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu menyiapkan 105.000 bibit mangrove untuk ditanam di lima pulau pada November 2026. Program ini dilakukan sebagai upaya mengurangi abrasi, melindungi kawasan pesisir, serta menjaga kelestarian ekosistem laut.
"Menjaga lingkungan pesisir"
Sebelum pelaksanaan penanaman, Sudin SDA Kepulauan Seribu mengadakan sosialisasi di Kelurahan Pulau Panggang dan Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Kepala Seksi Pengamanan dan Pengembangan Pesisir Pantai Sudin Sqw Kepulauan Seribu, Wahyu Maulana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan RI.
Menurutnya, kerja sama tersebut mencakup upaya perlindungan pantai melalui pembangunan struktur pengaman pantai dan penahan ombak, serta pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) untuk menjaga kebersihan laut dan kualitas air tanah.
"Penanaman mangrove menjadi salah satu upaya alami untuk mengurangi abrasi, melindungi daratan pulau, dan menjaga ekosistem pesisir agar tetap sehat," ujarnya, Senin (26/10).
Wahyu menjelaskan, penanaman mangrove akan dilakukan di Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua, Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka. Masing-masing pulau mendapat alokasi sekitar 21.000 bibit dari total 105.000 bibit yang disiapkan.
'Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat agar warga turut berperan dalam penanaman sekaligus pemeliharaan mangrove," terangnya.
Ia menambahkan, mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai. Sistem perakarannya membantu menahan sedimen dan mengurangi dampak gelombang, sehingga dapat meminimalkan risiko abrasi.
Selain itu, ekosistem mangrove menjadi habitat berbagai biota laut, seperti ikan, udang, dan kepiting. Mangrove juga berperan dalam menyerap karbon sehingga mendukung upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
"Keberadaan mangrove diharapkan dapat menjaga lingkungan pesisir, mendukung keberlangsungan sumber daya ikan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pulau," ungkapnya.
Menurutnya, untuk memastikan keberhasilan program, Sudin SDA Kepulauan Seribu melibatkan tiga kelompok Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) dalam pengawasan dan pendampingan.
"Ketiga kelompok tersebut yakni SPKP Bintang Laut yang mencakup Pulau Kelapa dan Pulau Kelapa Dua, SPKP Elang Bondol di Pulau Harapan, serta SPKP Samo Samo yang mencakup Pulau Pramuka, Pulau Panggang, dan Pulau Karya," ungkapnya.
Ia menuturkan, pemantauan dan evaluasi juga akan dilakukan secara berkala setelah penanaman. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi bibit tetap terjaga serta mengganti bibit yang rusak atau tidak tumbuh dengan baik.
"Melalui pemantauan berkala, kami berharap jumlah bibit sesuai target dan pertumbuhannya optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ucapnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin mengaku sangat mendukung rencana penanaman mangrove tersebut. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan pesisir.
Ia berharap, program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan penghijauan, tetapi juga mampu membangun kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pulau.
"Kami mengajak warga bersama-sama merawat tanaman mangrove untuk mencegah abrasi serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan di Kepulauan Seribu," tandasnya.