Rabu, 21 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 774
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 70 personel gabungan menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan semi permanen di sepanjang Jalan Sungai Bambu, RW 06, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (21/10). Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar dan saluran air.
"Melakukan pendekatan secara humanis"
Lurah Sungai Bambu, Syaiful Anwar mengatakan, penertiban tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus memastikan fasilitas umum dapat digunakan sesuai peruntukannya.
"Penertiban dilakukan mulai dari depan Jalan Raya Yos Sudarso hingga Pasar Pelita untuk mengembalikan fungsi trotoar dan saluran air," ujarnya, Rabu (21/10).
Syaiful menjelaskan, penertiban berlangsung kondusif berkat sosialisasi dan pendekatan persuasif yang dilakukan pihak kelurahan kepada para pedagang maupun pemilik bangunan sebelum kegiatan dilaksanakan.
"Kami sudah melakukan pendekatan secara humanis sebelum penertiban. Para pemilik bangunan juga kooperatif saat pembongkaran," terangnya.
Ia menambahkan, penataan kawasan tersebut akan dilanjutkan dengan perbaikan infrastruktur melalui koordinasi dengan unit terkait. Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Tanjung Priok akan menangani perbaikan saluran air yang tersumbat, sedangkan perbaikan trotoar akan dilakukan oleh Satpel Bina Marga.
"Kami akan terus memantau dan mengingatkan pedagang agar tidak kembali berjualan di lokasi tersebut demi kelancaran pengguna jalan," ungkapnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tanjung Priok, Mardanih menuturkan, penertiban tersebut menghasilkan pembongkaran lima bangunan semi permanen milik PKL dan satu pos keamanan lingkungan di RT 04. Petugas juga menertibkan dua gerobak dagangan.
"Material hasil pembongkaran diangkut ke gudang Satpol PP. Kami berharap kawasan ini kembali tertata dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat," bebernya.
Sementara itu, salah seorang pedagang di kawasan tersebut, Ayub (60) mengaku tidak keberatan dengan langkah yang dilakukan petugas.
"Pihak kelurahan juga sudah menyarankan kami untuk berjualan di pasar. Terima kasih sudah dibantu menertibkan karena kami lebih mudahkan dibandingkan membongkar sendiri," tandasnya.